Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu usai Lebaran 2026, Mendag Ungkap Biang Keroknya
Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
“Kemudian sekarang setelah Lebaran tadi memang informasi dari teman-teman di Pasar Minggu, kurang lebih mungkin baru 50 persen ya pedagangnya baru datang,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman. “Dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi. Ya jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi, dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari,” tambahnya.
Pemerintah, lanjutnya, terus memantau perkembangan harga melalui sistem pemantauan berbasis digital.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memantau pasar secara langsung, tetapi juga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Jadi kami memang tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi sering saya sampaikan kita punya SP2KP. Jadi secara fisik, kami dari tim pusat mungkin tidak bisa ke pasar, tetapi teman-teman di daerah melalui kontributor kita, ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten/kota,” ungkap Budi.
“Kemudian sekarang setelah Lebaran tadi memang informasi dari teman-teman di Pasar Minggu, kurang lebih mungkin baru 50 persen ya pedagangnya baru datang,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman. “Dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi. Ya jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi, dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari,” tambahnya.
Pemerintah, lanjutnya, terus memantau perkembangan harga melalui sistem pemantauan berbasis digital.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memantau pasar secara langsung, tetapi juga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Jadi kami memang tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi sering saya sampaikan kita punya SP2KP. Jadi secara fisik, kami dari tim pusat mungkin tidak bisa ke pasar, tetapi teman-teman di daerah melalui kontributor kita, ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten/kota,” ungkap Budi.
(akr)
Lihat Juga :