Harga Cabai Merah Turun, Indonesia Deflasi 0,15% di Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 - 13:47 WIB
loading...
Harga Cabai Merah Turun,...
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa terjadi deflasi pada Januari 2026 secara bulanan sebesar 0,15% terhadap Desember 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa terjadi deflasi pada Januari 2026 secara bulanan sebesar 0,15% terhadap Desember 2025. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, selain deflasi bulanan, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.

"Pada awal tahun inflasi month to month dan juga tahun kalender, artinya Januari dan Desember akan sama, jadi IHK di Januari terhadap Desember," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Cari Cara Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri, Stimulus Disiapkan

Dengan demikian, terjadi deflasi di Januari 2026, berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 1,03% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30%.

Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah yang memberikan andil sebesar 0,16%, cabai rawit dengan andil 0,08%, bawang merah dengan andil 0,07%, dan daging ayam ras dengan andil 0,05%, serta telur ayam ras dengan andil 0,03%.

Sementara itu, terdapat komoditas lain yang memberikan andil deflasi cukup besar antara lain, bensin dan tarif angkutan udara 0,03%. Selain itu masih ada komoditas yang masih memberikan andil inflasi di Januari 2026 yaitu emas perhiasan dengan andil 0,16%, ikan segar 0,06%, serta tomat 0,02%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Ini Pendorong Ekonomi...
Ini Pendorong Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Harga Cabai Meroket...
Harga Cabai Meroket Jelang Idul Adha
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
11.014 Orang Dicoret...
11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026
Rekomendasi
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved