APBN Terancam Jebol, Kendaraan Listrik Bisa Jadi Solusi Kurangi Tekanan Subsidi BBM
Senin, 30 Maret 2026 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat otomotif, Martinus Pasaribu menilai dari sisi efisiensi, kendaraan listrik jauh lebih hemat. Biaya energi kendaraan listrik rata-rata hanya sekitar Rp300-500 per km, dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin yang bisa mencapai Rp1.000-1.500 per km, tergantung jenis kendaraan dan harga BBM. Artinya, terdapat potensi penghematan biaya operasional hingga 60-70% bagi pengguna.
“Diperkirakan, penggunaan 1 juta mobil listrik dapat menghemat sekitar 1,25 juta kiloliter BBM per tahun, sementara 5 juta motor listrik berpotensi menghemat hingga 1,75 juta kiloliter,” kata Martinus.
Menurutnya jika dikonversi, total penghematan sekitar 3 juta kiloliter BBM per tahun -yang berasal dari kombinasi penggunaan 1 juta mobil listrik dan 5 juta motor listrik- setara dengan pengurangan impor minyak dalam jumlah signifikan.
Dengan asumsi harga minyak global berada di kisaran USD90-100 per barel dan kurs rupiah saat ini, pengurangan impor tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp30-40 triliun per tahun.
Selain itu, berkurangnya konsumsi BBM domestik juga berpotensi mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam belanja negara, sehingga ruang fiskal pemerintah dapat lebih difokuskan pada sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Diperkirakan, penggunaan 1 juta mobil listrik dapat menghemat sekitar 1,25 juta kiloliter BBM per tahun, sementara 5 juta motor listrik berpotensi menghemat hingga 1,75 juta kiloliter,” kata Martinus.
Menurutnya jika dikonversi, total penghematan sekitar 3 juta kiloliter BBM per tahun -yang berasal dari kombinasi penggunaan 1 juta mobil listrik dan 5 juta motor listrik- setara dengan pengurangan impor minyak dalam jumlah signifikan.
Dengan asumsi harga minyak global berada di kisaran USD90-100 per barel dan kurs rupiah saat ini, pengurangan impor tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp30-40 triliun per tahun.
Selain itu, berkurangnya konsumsi BBM domestik juga berpotensi mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam belanja negara, sehingga ruang fiskal pemerintah dapat lebih difokuskan pada sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Lihat Juga :