Indonesia Pilih Aspal Buton Ketimbang Impor, Bisa Hemat Rp4 Triliun

Kamis, 02 April 2026 - 15:54 WIB
loading...
Indonesia Pilih Aspal...
Pemerintah berkomitmen memangkas ketergantungan terhadap material impor dengan mengoptimalkan penggunaan aspal buton. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen memangkas ketergantungan terhadap material impor dengan mengoptimalkan penggunaan aspal buton (asbuton) sebagai bahan baku utama konstruksi jalan nasional mulai tahun 2026. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp4,08 triliun per tahun sekaligus meningkatkan penerimaan pajak domestik sebesar Rp1,6 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan impor selalu mudah dan harus diakui karena mudah, hari ini Presiden komitmen baru bagaimana harus lebih memanfaatkan apa yang kita punya untuk kemakmuran rakyat," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Melihat Suasana Gedung DPR di Tengah Efisiensi

Menteri Dody memaparkan bahwa saat ini pasar aspal dalam negeri masih didominasi oleh produk impor yang mencapai 78 persen dari total kebutuhan. Sebaliknya, pemanfaatan aspal Buton baru menyentuh angka 4 persen, sementara sisanya dipenuhi oleh aspal minyak lokal sekitar 18 persen.



Pemerintah menargetkan lompatan penggunaan asbuton menjadi 30 persen pada tahun ini, yang dibarengi dengan penurunan kuota impor menjadi 52 persen. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PU akan mewajibkan para kontraktor menggunakan aspal lokal dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur.

Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang memicu fluktuasi harga energi dan gangguan rantai pasok. Dody menekankan ketergantungan pada material impor di tengah ketidakpastian dunia sangat berisiko terhadap pembengkakan biaya pembangunan nasional.

Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun

Menurut Dody, kondisi global saat ini memberikan pesan jelas bahwa Indonesia harus mengelola risiko dengan disiplin agar biaya konstruksi tidak meledak akibat harga minyak dunia. Oleh karena itu, optimalisasi cadangan asbuton yang melimpah di Pulau Buton menjadi sebuah keharusan demi kedaulatan infrastruktur.

Kebutuhan aspal nasional saat ini mencapai 1 juta ton per tahun dan diperkirakan melonjak hingga 1,5 juta ton di masa mendatang. Dengan cadangan yang besar, peningkatan penggunaan asbuton dinilai sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk mulai berdiri di atas kaki sendiri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved