MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih USD101 Juta di 2025

Kamis, 02 April 2026 - 17:55 WIB
loading...
MedcoEnergi Bukukan...
MedcoEnergi mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) sepanjang tahun 2025 mencatatkan laba bersih sebesar USD101 juta, atau sekitar Rp1,7 triliun (kurs Rp16.900 per USD). Capaian ini turun 72% dibandingkan perolehan pada 2024 yang sebesar USD367 juta.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, penurunan ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas. Kendati demikian, imbuh dia, kinerja Perseroan pada tahun 2025 tetap kuat bagi perusahaan dan pemegang saham.

"Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%, dengan pengembalian sebesar USD110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi
minyak dan gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: MedcoEnergi Perkuat Portofolio Migas dan Energi Bersih di Usia ke-45

Mengenai kinerja keuangan lainnya, MedcoEnergi pada 2025 antara lain mencatatkan EBITDA sebesar USD1.264 juta, setara dengan 2024, meskipun harga minyak rata-rata turun 15% dari USD78 per barel menjadi USD67 per barel dan harga gas melemah dari USD7,0 menjadi USD6,8 per mmbtu.

Kemudian, utang konsolidasi meningkat menjadi USD3.646 juta, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas. Sejalan dengan itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas menjadi sebesar 2,0x, dibandingkan 1,8x pada 2024. Rasio tersebut diklaim masih berada dalam kisaran target Perusahaan.



Di sisi lain, likuiditas Perseroan disebut tetap kuat dengan posisi kas sebesar USD633 juta pada akhir tahun, dibandingkan USD697 juta pada 2024. Dari sisi produksi, sepanjang 2025 MedcoEnergi mencatatkan peningkatan produksi migas menjadi 156 mboepd, didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor. Perseroan menutup tahun dengan mencatatkan tingkat produksi lebih dari 170 mboepd.

Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar USD402 juta untuk mencetak rekor produksi baru di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.

Baca Juga: Medco Energi Kantongi Kontrak Blok Migas Cendramas di Lepas Pantai Malaysia

Perseroan juga memperluas portofolio di Sumatera dengan meningkatkan participating interest di Corridor menjadi 70% dan participating interest efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40%, serta mengakuisisi 45% participating interest operasi di PSC Sakakemang.

Pada 31 Maret 2026, Perseroan juga menandatangani PSC Cendramas, di Malaysia. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis yang serupa.

Di sektor ketenagalistrikan, di 2025 Perseroan mencatatkan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, di mana 25% berasal dari energi terbarukan. Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar USD35 juta yang terutama digunakan untuk commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen pada kuartal pertama, PLTS Bali Timur pada kuartal kedua, serta penyelesaian ekspansi Batam ELB pada kuartal keempat.

Di sektor pertambangan mineral, di 2025 MedcoEnergi melalui Amman Mineral Internasional mencatatkan produksi sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu ons emas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan...
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026
XL Axiata Dinilai Sanggup...
XL Axiata Dinilai Sanggup Tumbuhkan Kinerja di Masa Pandemik
Baca Peluang di Era...
Baca Peluang di Era COVID-19, Shield-On Service Siapkan Aplikasi Smart Clean
Kinerja Bank BJB Tetap...
Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Masa Pandemi Corona
Rekomendasi
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved