BI Angkat Suara usai Rupiah Makin Tenggelam ke Rp17.100 per USD, Berikut Prioritasnya
Selasa, 07 April 2026 - 18:42 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) angkat bicara menyusul tekanan hebat yang melanda nilai tukar Rupiah hingga menembus level Rp17.100 per dolar AS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) angkat bicara menyusul tekanan hebat yang melanda nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.100 per dolar AS. Menghadapi situasi ini, otoritas moneter menegaskan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar kini menjadi prioritas utama guna meredam dampak ketidakpastian global yang kian meningkat.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, bahwa BI akan mengerahkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia untuk mengawal pergerakan mata uang Garuda .
“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100, Purbaya Serahkan ke BI: Saya Percaya Dia Bisa Betulin
Guna memastikan likuiditas tetap terjaga dan spekulasi tidak meluas, Destry menegaskan bahwa BI akan terus melakukan intervensi secara konsisten di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, bahwa BI akan mengerahkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia untuk mengawal pergerakan mata uang Garuda .
“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100, Purbaya Serahkan ke BI: Saya Percaya Dia Bisa Betulin
Guna memastikan likuiditas tetap terjaga dan spekulasi tidak meluas, Destry menegaskan bahwa BI akan terus melakukan intervensi secara konsisten di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Lihat Juga :