Pemerintah Bidik Dampak Ekonomi Rp11,8 T dari Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat

Rabu, 08 April 2026 - 14:54 WIB
loading...
Pemerintah Bidik Dampak...
Pemerintah mengambil langkah berani dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat terbang menjadi 0 persen, berikut hitungan dampak ekonomi yang dibidik dari Kebijakan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah berani dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat terbang menjadi 0 persen. Meski kebijakan ini membuat negara kehilangan potensi penerimaan sebesar Rp500 miliar, dampak berganda (multiplier effect) yang dihasilkan diproyeksikan mencapai angka fantastis dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (USD).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ini adalah strategi investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing industri perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Operations/MRO) di dalam negeri.

“Dan ini tahun lalu bea masuk dari sparepart sekitar Rp500 miliar, nah kebijakan ini diperkirakan memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi bisa meningkat USD700 juta (setara Rp11,8 triliun) per tahun. Dan bisa mendukung output PDB sampai USD1,49 miliar, menciptakan lapangan kerja langsung 1000 orang, dan lapangan kerja tidak langsung mendekati 3 kali lipat,” ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta,.

Baca Juga: Airlangga Umumkan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Domestik 9-13%

Dengan kurs saat ini, hilangnya pendapatan Rp500 miliar dinilai sangat kecil dibandingkan potensi dukungan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai USD1,49 miliar. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menekan biaya operasional maskapai di tengah meroketnya harga avtur, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pusat perawatan pesawat di regional.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Rekomendasi
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
Dampak Negatif Jika...
Dampak Negatif Jika Pramuka Dihapus dari Ekskul Wajib di Sekolah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved