Inovasi FAME dan Eceng Gondok Antar Pertamina Patra Niaga Raih Proper Emas
Minggu, 12 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan ini, kata dia, menunjukkan sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Program Eco Inovasi Penerimaan FAME menghadirkan perubahan signifikan dalam proses operasional, dari sistem penerimaan berbasis truk tangki menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui jalur pipa. Transformasi ini meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional sekaligus memperkuat upaya pengurangan dampak lingkungan. Implementasi program ini berhasil menurunkan global warming potential hingga 45,6 persen.
Sementara itu, program Lentera Pagesangan berangkat dari Gerakan Balik Kanan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai, dari sumber permasalahan menjadi sumber daya yang bernilai. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Masyarakat terlibat dalam pengelolaan limbah cair domestik melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai) dengan pemanfaatan filter eceng gondok. Dari implementasi tersebut, program Lentera Pagesangan memberikan berbagai dampak nyata, antara lain penghematan air sebesar 345,21 m³ per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta efisiensi biaya penurunan pencemaran air sebesar Rp. 911.418 per tahun. Program ini juga melibatkan sekitar 1.141 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Program Eco Inovasi Penerimaan FAME menghadirkan perubahan signifikan dalam proses operasional, dari sistem penerimaan berbasis truk tangki menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui jalur pipa. Transformasi ini meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional sekaligus memperkuat upaya pengurangan dampak lingkungan. Implementasi program ini berhasil menurunkan global warming potential hingga 45,6 persen.
Sementara itu, program Lentera Pagesangan berangkat dari Gerakan Balik Kanan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai, dari sumber permasalahan menjadi sumber daya yang bernilai. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Masyarakat terlibat dalam pengelolaan limbah cair domestik melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai) dengan pemanfaatan filter eceng gondok. Dari implementasi tersebut, program Lentera Pagesangan memberikan berbagai dampak nyata, antara lain penghematan air sebesar 345,21 m³ per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta efisiensi biaya penurunan pencemaran air sebesar Rp. 911.418 per tahun. Program ini juga melibatkan sekitar 1.141 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lihat Juga :