Mengapa Harga BBM di AS Tetap Mahal hingga Tembus Rp100 Ribu meski Produksi Melimpah? Ini Sebabnya

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB
loading...
A A A
Perang mengancam pasokan minyak ke wilayah yang sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah, termasuk sebagian Asia dan Eropa. Harga melonjak di mana-mana, tidak terkecuali AS.

"Semua orang bersaing untuk mendapatkan barel minyak yang sama. Tidak masalah apakah minyak itu diproduksi di Texas, Iran, Saudi Arabia, atau Rusia," kata James Cox, mitra pengelola di Harris Financial Group.

Amerika Serikat adalah negara penghasil minyak terbesar di dunia. Tapi mereka juga merupakan konsumen minyak terbesar, dan produsen minyak Amerika adalah bagian dari pasar global.

"Kami memproduksi sebanyak yang kami konsumsi. Tapi pada akhirnya, para produsen di sini akan menjual kepada siapa pun yang bisa memberi mereka harga tertinggi. Mereka adalah pebisnis," terang Zandi.

Baca Juga: Waswas Harga BBM RI Bakal Naik Terdampak Gempuran AS-Israel ke Iran

California menjadi wilayah yang paling terpukul dengan harga bensin menyentuh USD5,93 per galon (senilai Rp100.673). Mengapa? Karena secara geografis, wilayah Pantai Barat AS lebih terisolasi dari pipa minyak domestik yang berasal dari timur Pegunungan Rocky.

Akibatnya wilayah ini jauh lebih bergantung pada impor langsung dari kawasan Teluk Persia dibandingkan negara bagian lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Kate Gordon, CEO California Forward, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung keberlanjutan seperti dilansir USD Today.

Ekonom menekankan bahwa situasi tahun 2026 ini bukanlah pengulangan krisis minyak tahun 1970-an. Tidak ada jatah bensin (rationing) atau antrean kilometer akibat kelangkaan stok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Rekomendasi
Mohamed Salah Akhirnya...
Mohamed Salah Akhirnya Buka Suara Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Spanyol Tantang Prancis...
Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
Infografis
Ini 3 Negara dengan...
Ini 3 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved