Telkom dan PGN Kembangkan Ekosistem Digital Terintegrasi Berbasis Energi Bersih
Senin, 13 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
Telkom dan PGN menandatangani MoU untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan ekosistem green digital infrastructure yang berkelanjutan di Indonesia.
"Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan," ujar Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto dalam keterangan pers, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada pemanfaatan energi hijau untuk mendukung operasional data center TelkomGroup yang semakin berkembang.
Dalam skema kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center, sementara PGN menyediakan pasokan energi rendah emisi, termasuk biomethane yang diolah dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra. Kolaborasi mencakup studi bersama hingga implementasi energi hijau untuk data center di dalam dan luar negeri.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan digital nasional sekaligus mendorong Indonesia sebagai pusat data digital regional. Menurutnya, ketersediaan energi bersih merupakan faktor kunci dalam pengembangan data center generasi baru yang efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menilai pemanfaatan biomethane menjadi bagian penting transformasi bisnis perusahaan menuju penyedia energi rendah karbon. Inisiatif ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Baca Juga: Telkom Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-secure Connectivity untuk Ekosistem Digital Indonesia
Pengembangan data center TelkomGroup direncanakan tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya yang telah terintegrasi dengan jaringan gas PGN. Hal ini memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang ada sekaligus membuka peluang ekspansi jaringan baru.
Selain kerja sama domestik, TelkomGroup juga memperluas kolaborasi global melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd melalui entitas data center NeutraDC. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise.
Sinergi antara kolaborasi domestik dan global tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan AI-ready green data center serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem digital regional.
"Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan," ujar Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto dalam keterangan pers, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada pemanfaatan energi hijau untuk mendukung operasional data center TelkomGroup yang semakin berkembang.
Dalam skema kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center, sementara PGN menyediakan pasokan energi rendah emisi, termasuk biomethane yang diolah dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra. Kolaborasi mencakup studi bersama hingga implementasi energi hijau untuk data center di dalam dan luar negeri.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan digital nasional sekaligus mendorong Indonesia sebagai pusat data digital regional. Menurutnya, ketersediaan energi bersih merupakan faktor kunci dalam pengembangan data center generasi baru yang efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menilai pemanfaatan biomethane menjadi bagian penting transformasi bisnis perusahaan menuju penyedia energi rendah karbon. Inisiatif ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Baca Juga: Telkom Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-secure Connectivity untuk Ekosistem Digital Indonesia
Pengembangan data center TelkomGroup direncanakan tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya yang telah terintegrasi dengan jaringan gas PGN. Hal ini memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang ada sekaligus membuka peluang ekspansi jaringan baru.
Selain kerja sama domestik, TelkomGroup juga memperluas kolaborasi global melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd melalui entitas data center NeutraDC. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise.
Sinergi antara kolaborasi domestik dan global tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan AI-ready green data center serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem digital regional.
(nng)
Lihat Juga :