IHSG Berbalik Melemah, Tertekan Saham Kesehatan hingga Keuangan
Rabu, 15 April 2026 - 17:15 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (15/4/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (15/4/2026). Indeks terkoreksi 36,20 poin atau 0,47 persen ke level 7.639, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
IHSG dibuka menguat di level 7.750 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.773. Namun, tekanan jual yang meningkat pada sesi sore menyeret indeks ke level terendah harian di 7.626 sebelum akhirnya ditutup melemah.
Baca Juga: IHSG Dibuka Meroket ke Level 7.750, Seluruh Sektor Menghijau
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp21,46 triliun dari volume 47,18 miliar saham dan frekuensi 3,08 juta kali transaksi. Menariknya, jumlah saham yang menguat tercatat lebih banyak, yakni 410 saham, dibandingkan 290 saham melemah dan 259 saham stagnan.
Secara sektoral, pelemahan IHSG dipimpin oleh sektor kesehatan yang turun paling dalam sebesar 2,81 persen. Tekanan juga datang dari sektor infrastruktur yang melemah 1,33 persen serta sektor non-primer yang turun 1 persen. Selain itu, sektor barang baku, energi, dan keuangan turut berada di zona negatif.
Baca Juga: Ramalan IHSG Hari Ini: Bakal Lanjutkan Tren Penguatan di Kisaran 7.700-7.843
Di sisi lain, sejumlah sektor masih mencatatkan penguatan. Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,45 persen, diikuti sektor perindustrian yang menguat 1,54 persen. Sektor teknologi, properti, dan sektor primer juga ditutup di zona hijau meski dengan kenaikan terbatas.
Pada jajaran saham, penguatan signifikan dipimpin oleh Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang melonjak 34,88 persen ke level 116. Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyusul kenaikan 34,55 persen ke 74, serta Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) menguat 34,33 persen ke 90.
Sementara, tekanan jual terbesar terjadi pada PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) merosot 14,71 persen ke level 2.610 dan Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melemah 13,82 persen ke 13.100.
IHSG dibuka menguat di level 7.750 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.773. Namun, tekanan jual yang meningkat pada sesi sore menyeret indeks ke level terendah harian di 7.626 sebelum akhirnya ditutup melemah.
Baca Juga: IHSG Dibuka Meroket ke Level 7.750, Seluruh Sektor Menghijau
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp21,46 triliun dari volume 47,18 miliar saham dan frekuensi 3,08 juta kali transaksi. Menariknya, jumlah saham yang menguat tercatat lebih banyak, yakni 410 saham, dibandingkan 290 saham melemah dan 259 saham stagnan.
Secara sektoral, pelemahan IHSG dipimpin oleh sektor kesehatan yang turun paling dalam sebesar 2,81 persen. Tekanan juga datang dari sektor infrastruktur yang melemah 1,33 persen serta sektor non-primer yang turun 1 persen. Selain itu, sektor barang baku, energi, dan keuangan turut berada di zona negatif.
Baca Juga: Ramalan IHSG Hari Ini: Bakal Lanjutkan Tren Penguatan di Kisaran 7.700-7.843
Di sisi lain, sejumlah sektor masih mencatatkan penguatan. Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,45 persen, diikuti sektor perindustrian yang menguat 1,54 persen. Sektor teknologi, properti, dan sektor primer juga ditutup di zona hijau meski dengan kenaikan terbatas.
Pada jajaran saham, penguatan signifikan dipimpin oleh Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang melonjak 34,88 persen ke level 116. Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyusul kenaikan 34,55 persen ke 74, serta Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) menguat 34,33 persen ke 90.
Sementara, tekanan jual terbesar terjadi pada PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) merosot 14,71 persen ke level 2.610 dan Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melemah 13,82 persen ke 13.100.
(nng)
Lihat Juga :