Kemenko PM Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Desa di Lampung Timur
Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB
loading...
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi desa berbasis komunitas di Kabupaten Lampung Timur. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kemandirian daerah melalui penguatan modal sosial dan kolaborasi lintas sektor.
"Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep ‘Perintis Berdaya’ tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Kemenko PM Serap Aspirasi Dorong Penguatan Industri Gim Nasional
Program tersebut menekankan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, di mana masyarakat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi. Kemenko PM menilai pendekatan top-down selama ini kerap tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan riil di tingkat lokal.
Sebagai bagian dari implementasi, Kemenko PM menggelar Dialog Bersama Deputi (DBD) untuk menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha, koperasi, hingga masyarakat desa. Forum ini menjadi sarana untuk memastikan kebijakan yang disusun lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Ekosistem “Perintis Berdaya” difokuskan pada empat pilar utama, yakni inovasi digital, literasi keuangan, penguatan kewirausahaan, serta pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Keempat pilar ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Kami berkomitmen menyelaraskan pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, potensi pertanian dan UMKM di desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi mandiri," ujarnya.
Baca Juga: Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas
Di sisi lain, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menyampaikan kesiapan untuk mendukung penguatan pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis.
Kemenko PM menegaskan bahwa penguatan modal sosial di tingkat desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi desa secara menyeluruh.
"Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep ‘Perintis Berdaya’ tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Kemenko PM Serap Aspirasi Dorong Penguatan Industri Gim Nasional
Program tersebut menekankan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, di mana masyarakat menjadi aktor utama pembangunan ekonomi. Kemenko PM menilai pendekatan top-down selama ini kerap tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan riil di tingkat lokal.
Sebagai bagian dari implementasi, Kemenko PM menggelar Dialog Bersama Deputi (DBD) untuk menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha, koperasi, hingga masyarakat desa. Forum ini menjadi sarana untuk memastikan kebijakan yang disusun lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Ekosistem “Perintis Berdaya” difokuskan pada empat pilar utama, yakni inovasi digital, literasi keuangan, penguatan kewirausahaan, serta pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Keempat pilar ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Kami berkomitmen menyelaraskan pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, potensi pertanian dan UMKM di desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi mandiri," ujarnya.
Baca Juga: Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas
Di sisi lain, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menyampaikan kesiapan untuk mendukung penguatan pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis.
Kemenko PM menegaskan bahwa penguatan modal sosial di tingkat desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi desa secara menyeluruh.
(nng)
Lihat Juga :