Tekanan Global Berlanjut, Rupiah Sengsara di Level Rp17.188

Jum'at, 17 April 2026 - 16:40 WIB
loading...
Tekanan Global Berlanjut,...
Petugas merapikan tumpukan uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (14/4/2026). FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.188 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, terdampak tekanan konflik Timur Tengah. Pelemahan ini mencerminkan tingginya sentimen eksternal yang membayangi pasar keuangan global.

"Menanggapi poin penting dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran, yang telah menutup Selat Hormuz selama tujuh minggu dan mencekik sekitar seperlima pasokan minyak dunia, Trump mengatakan Teheran telah menawarkan untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun," ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Saling Ancam AS-Iran di Selat Hormuz, Rupiah Sentuh Level Terlemah Baru ke Rp17.127

Rupiah tercatat turun 50 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Tekanan utama berasal dari dinamika geopolitik, termasuk konflik Iran yang berdampak pada pasokan energi global dan memicu volatilitas pasar.



Meski terdapat sinyal meredanya ketegangan melalui gencatan senjata sementara antara Lebanon dan Israel, serta rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran, pelaku pasar masih berhati-hati. Negosiasi damai dinilai belum memberikan kepastian kuat untuk meredakan konflik secara menyeluruh.

Dari sisi global, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan klaim pengangguran awal turun menjadi 207 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Sementara itu, pejabat Federal Reserve menilai tekanan inflasi masih berpotensi meningkat akibat konflik geopolitik, sehingga kebijakan moneter ketat diperkirakan tetap bertahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Ibunda Vega Darwanti...
Ibunda Vega Darwanti Meninggal Dunia, Irfan Hakim Ceritakan Momen Haru Terakhir
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved