Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh

Minggu, 19 April 2026 - 10:03 WIB
loading...
Dalih Iran Soal Penutupan...
Hanya berselang satu hari setelah dinyatakan terbuka, Iran kembali menutup secara ketat akses pelayaran di Selat Hormuz, berikut dalihnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harapan dunia untuk melihat stabilitas harga energi kembali sirna. Hanya berselang satu hari setelah dinyatakan terbuka, Iran kembali menutup secara ketat akses pelayaran di Selat Hormuz .

Teheran berdalih langkah drastis ini adalah bentuk pertahanan diri yang sah secara hukum internasional melawan aksi 'perompakan' dan blokade pelabuhan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Baca Juga: Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei menegaskan, bahwa jalur vital yang mengalirkan 20% pasokan minyak dunia tersebut tidak akan pernah aman selama ancaman dari negara agresor masih mengintai.

Keputusan untuk memberlakukan kembali pengawasan ketat ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, bersikeras tetap menjalankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga kesepakatan damai tercapai.



"Tidak ada jalur yang aman di perairan ini. Sebagai negara pesisir, Iran memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mengambil tindakan terhadap apa yang kami anggap sebagai tindakan bermusuhan," ujar Baqaei dalam wawancara dengan media pada Sabtu (18/4/2026).

Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran secara tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali militer penuh selama pembatasan oleh AS terhadap Iran tidak dicabut. Baca Juga: Kapal Tanker Malaysia yang Lewat Selat Hormuz Tiba, Boyong Minyak 1 Juta Barel

"Kami tidak dapat membiarkan kapal musuh, terutama kapal militer atau yang terkait dengan negara-negara yang terlibat agresi, melewati selat secara normal, karena mereka menimbulkan ancaman langsung," kata juru bicara tersebut.

Pasar global langsung bereaksi negatif terhadap kabar penutupan kembali jalur tersebut. Sempat turun saat pengumuman pembukaan di hari Jumat, harga minyak mentah kini merangkak naik kembali menuju level USD100 per barel.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar jet (jet fuel) dalam waktu enam minggu jika gangguan terus berlanjut. Sementara itu negara-negara Eropa mulai menghadapi lonjakan biaya energi yang mencekik karena aliran minyak yang tersendat.

Bahkan organisasi kemanusiaan mulai menyuarakan alarm bahaya terkait keamanan pangan akibat terganggunya rantai pasok pupuk dan komoditas pertanian yang melintasi jalur tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved