Industri Diapers Tertekan Lonjakan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Risiko Gangguan Pasokan

Senin, 20 April 2026 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Sejumlah perusahaan disebut telah mengambil langkah penyesuaian, antara lain melalui kenaikan harga produk secara bertahap dan evaluasi program promosi, guna menjaga kesinambungan operasional. Namun, APKI menilai langkah parsial tidak akan cukup jika tidak diiringi koordinasi yang lebih kuat di tingkat industri.

"Kenaikan harga bahan baku secara menyeluruh telah memberi tekanan pada seluruh rantai nilai industri, mulai dari produsen bahan baku hingga produsen produk akhir. Dalam kondisi ini, tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat," tambah Oto.

Perlunya Respons Cepat dan Terukur

Dalam situasi saat ini, APKI mendorong perusahaan, khususnya pada level pengambil keputusan strategis, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya, efisiensi operasional, serta strategi harga.

Langkah penyesuaian yang tepat, proporsional, dan berbasis perhitungan matang dinilai penting agar industri tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang tinggi, sekaligus menjaga ketersediaan produk bagi masyarakat.

Lebih lanjut, APKI mengingatkan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak terdapat solusi terhadap permasalahan bahan baku ini, industri diapers berpotensi menghadapi kondisi yang lebih serius, termasuk penghentian produksi. Dalam skenario tersebut, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif tidak dapat dihindari.

Dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi saat ini, APKI memperkirakan bahwa apabila dalam 1–2 bulan ke depan tidak terdapat kepastian pasokan bahan baku, maka risiko penghentian produksi akan semakin nyata dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Utusan Putin: Tsunami...
Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Kemasan Plastik Picu...
Kemasan Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Rekomendasi
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Infografis
Pasokan Lebih Ketat,...
Pasokan Lebih Ketat, Harga Gandum Dunia Mengalami Kenaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved