Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Tetap Naik

Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB
loading...
Gencatan Senjata AS-Iran...
Harga minyak dunia tetap menguat di tengah keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. FOTO/Tehran Times
A A A
WASHINGTON - Harga minyak dunia tetap menguat di tengah keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan menunda pembicaraan damai lanjutan. Ketidakpastian arah negosiasi kedua negara membuat pasar energi global tetap bergejolak.

"Saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan tetap siap, sehingga saya akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposisi mereka diajukan," ujarnya dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Jika Perang Jilid II Berlanjut, Iran Ancam Hancurkan Industri Minyak Negara-negara Arab

Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memperpanjang gencatan senjata sambil menunggu respons Iran atas proposal yang diajukan Washington. Terkait itu, harga minyak mentah Brent naik sekitar 3% dan diperdagangkan di atas USD93 per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 2,6% ke level USD89,70 per barel.

Langkah perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan atas permintaan Pakistan, meski belum ada kejelasan terkait durasi tambahan yang diberikan. Pemerintah AS menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari Teheran sebelum menentukan langkah lanjutan dalam proses diplomasi.



Namun, perkembangan negosiasi masih diliputi ketidakpastian. Iran belum memastikan akan mengirimkan delegasi untuk pembicaraan, dengan sejumlah syarat termasuk pencabutan blokade laut oleh AS sebagai prasyarat partisipasi.

Pemerintah AS menegaskan blokade di Selat Hormuz tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan. Di sisi lain, Washington juga menunda kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan yang sebelumnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan perundingan.

Baca Juga: Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar

Ketegangan di kawasan meningkat setelah laporan aksi militer di perairan strategis tersebut, termasuk penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS dan aktivitas kapal militer Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di wilayah itu.

Pentagon dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi militer lebih lanjut jika Iran dinilai tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Pernyataan keras dari Trump juga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik.

Pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika geopolitik yang dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved