Raih Sertifikasi ISO 9001 & 27001, Lesca Gadai Premier Jamin Keamanan Aset dan Kerahasiaan Nasabah
Rabu, 22 April 2026 - 14:35 WIB
loading...
PT Lesca Gadai Premier, mengumumkan keberhasilannya meraih dua sertifikasi internasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Lesca Gadai Premier, pionir di sektor gadai luxury goods, mengumumkan keberhasilannya meraih dua sertifikasi internasional secara simultan yakni ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Tak sekadar pemenuhan standar administratif, pencapaian ganda ini disebut sebagai sebuah respons strategis terhadap dinamika pasar global dan lokal yang menuntut transparansi lebih besar.
Di tengah meningkatnya populasi High Net Worth Individuals (HNWI) atau nasabah premium di Indonesia, kebutuhan akan layanan likuiditas yang cepat, aman, dan rahasia menjadi sangat krusial. Lesca Gadai Premier memosisikan diri sebagai lembaga keuangan hibrida yang mengawinkan eksklusivitas private banking dengan fleksibilitas jasa gadai modern. Sertifikasi ISO 9001 yang diraih Lesca Gadai Premier menjamin bahwa seluruh alur kerja, mulai dari penerimaan nasabah, proses taksiran aset, hingga manajemen penyimpanan, berjalan di atas standar prosedur operasional yang ketat dan konsisten.
"Implementasi ISO 9001 bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan nilai bagi setiap transaksi. Kami ingin menghapus stigma 'tawar-menawar' yang subjektif dalam dunia gadai," tegas Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Menjadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?
Melalui sertifikasi mutu ini, jelas dia, setiap barang yang masuk ke Lesca Gadai Premier dinilai menggunakan metodologi ilmiah dan data pasar real-time. "Kami menggunakan instrumen teknologi terbaru dan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi internasional untuk menjamin bahwa taksiran kami adalah yang paling kompetitif dan adil di pasar," tegas Bastian.
SOP yang tersertifikasi ini mencakup pemeriksaan berlapis, termasuk verifikasi nomor seri dengan database global manufaktur, pengecekan kondisi fisik menggunakan mikroskop digital, hingga validasi dokumen pelengkap. Hal ini memastikan bahwa nasabah menerima nilai pencairan yang maksimal sesuai dengan harga pasar aset mereka.
Lebih jauh lagi, sambung dia, raihan ISO 27001 menempatkan Lesca Gadai Premier di jajaran elite
lembaga keuangan non-bank yang memiliki standar keamanan siber setara perbankan internasional. Bagi nasabah premium, privasi sering kali bernilai lebih tinggi daripada nominal transaksi itu sendiri. Mereka membutuhkan jaminan bahwa informasi mengenai aset berharga, jumlah pencairan dana, serta identitas pribadi mereka tidak akan bocor ke publik atau pihak yang tidak berwenang.
"Di era digital di mana kebocoran data menjadi ancaman nyata, ISO 27001 adalah janji kami kepada nasabah bahwa privasi mereka adalah prioritas absolut. Kami menerapkan sistem enkripsi data tingkat tinggi dan manajemen risiko informasi yang diaudit secara berkala," paparnya.
Bastian memastikan bahwa nasabah Lesca Gadai Premier, yang sebagian besar adalah tokoh masyarakat, kolektor, dan pengusaha besar, dapat bertransaksi dengan tenang tanpa khawatir profil keamanan mereka terancam. Implementasi ISO 27001 mencakup kontrol akses fisik ke ruang penyimpanan data, proteksi terhadap serangan siber, hingga pelatihan berkala bagi staf mengenai integritas informasi. "Ini memberikan lapisan perlindungan ekstra yang jarang ditemukan di perusahaan gadai swasta konvensional," ujarnya.
Selain keamanan data, Lesca Gadai Premier juga memperkuat infrastruktur preservasi aset fisik. Barang-barang mewah yang diagunkan tidak sekadar disimpan di gudang, melainkan ditempatkan dalam fasilitas brankas khusus yang dilengkapi dengan pengatur suhu dan tingkat kelembapan yang dikontrol secara otomatis.
Kehadiran standar internasional ini disambut antusias oleh para pelaku pasar. Hermawan (45), seorang pengusaha properti dan kolektor arloji mewah, berbagi pengalamannya mengenai perubahan paradigma ini. "Dengan Lesca Gadai Premier yang sekarang sudah tersertifikasi ISO, saya bisa mendapatkan likuiditas dalam hitungan jam hanya dengan menjaminkan koleksi saya," tuturnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram, Pilih Jual atau Beli?
Sementara, Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, melihat langkah Lesca Gadai Premier sebagai bagian dari tren global Luxury Asset-Backed Lending. Menurut Piter, sertifikasi ini adalah strategi cerdas untuk membangun trust di segmen yang sangat eksklusif.
"Langkah Lesca Gadai Premier mengadopsi ISO 9001 dan 27001 menunjukkan bahwa industri gadai barang mewah di Indonesia sudah naik kelas. Fenomena ini menandakan adanya konvergensi antara layanan gadai dengan wealth management," jelasnya.
Berbekal sertifikasi ini, Lesca Gadai Premier memproyeksikan pertumbuhan volume transaksi sebesar 25-30% pada tahun 2026. Perusahaan juga sedang dalam tahap finalisasi untuk meluncurkan layanan White Glove Service di Surabaya dan Medan, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi dari rumah atau kantor dengan pengawalan keamanan pribadi dan penilai profesional yang datang langsung ke lokasi.
"Visi kami adalah menjadikan Lesca Gadai Premier sebagai mitra gaya hidup finansial yang paling terpercaya di Asia Tenggara, yang mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan global dalam melayani nasabah kelas dunia," pungkas Bastian.
Di tengah meningkatnya populasi High Net Worth Individuals (HNWI) atau nasabah premium di Indonesia, kebutuhan akan layanan likuiditas yang cepat, aman, dan rahasia menjadi sangat krusial. Lesca Gadai Premier memosisikan diri sebagai lembaga keuangan hibrida yang mengawinkan eksklusivitas private banking dengan fleksibilitas jasa gadai modern. Sertifikasi ISO 9001 yang diraih Lesca Gadai Premier menjamin bahwa seluruh alur kerja, mulai dari penerimaan nasabah, proses taksiran aset, hingga manajemen penyimpanan, berjalan di atas standar prosedur operasional yang ketat dan konsisten.
"Implementasi ISO 9001 bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan nilai bagi setiap transaksi. Kami ingin menghapus stigma 'tawar-menawar' yang subjektif dalam dunia gadai," tegas Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Menjadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?
Melalui sertifikasi mutu ini, jelas dia, setiap barang yang masuk ke Lesca Gadai Premier dinilai menggunakan metodologi ilmiah dan data pasar real-time. "Kami menggunakan instrumen teknologi terbaru dan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi internasional untuk menjamin bahwa taksiran kami adalah yang paling kompetitif dan adil di pasar," tegas Bastian.
SOP yang tersertifikasi ini mencakup pemeriksaan berlapis, termasuk verifikasi nomor seri dengan database global manufaktur, pengecekan kondisi fisik menggunakan mikroskop digital, hingga validasi dokumen pelengkap. Hal ini memastikan bahwa nasabah menerima nilai pencairan yang maksimal sesuai dengan harga pasar aset mereka.
Lebih jauh lagi, sambung dia, raihan ISO 27001 menempatkan Lesca Gadai Premier di jajaran elite
lembaga keuangan non-bank yang memiliki standar keamanan siber setara perbankan internasional. Bagi nasabah premium, privasi sering kali bernilai lebih tinggi daripada nominal transaksi itu sendiri. Mereka membutuhkan jaminan bahwa informasi mengenai aset berharga, jumlah pencairan dana, serta identitas pribadi mereka tidak akan bocor ke publik atau pihak yang tidak berwenang.
"Di era digital di mana kebocoran data menjadi ancaman nyata, ISO 27001 adalah janji kami kepada nasabah bahwa privasi mereka adalah prioritas absolut. Kami menerapkan sistem enkripsi data tingkat tinggi dan manajemen risiko informasi yang diaudit secara berkala," paparnya.
Bastian memastikan bahwa nasabah Lesca Gadai Premier, yang sebagian besar adalah tokoh masyarakat, kolektor, dan pengusaha besar, dapat bertransaksi dengan tenang tanpa khawatir profil keamanan mereka terancam. Implementasi ISO 27001 mencakup kontrol akses fisik ke ruang penyimpanan data, proteksi terhadap serangan siber, hingga pelatihan berkala bagi staf mengenai integritas informasi. "Ini memberikan lapisan perlindungan ekstra yang jarang ditemukan di perusahaan gadai swasta konvensional," ujarnya.
Selain keamanan data, Lesca Gadai Premier juga memperkuat infrastruktur preservasi aset fisik. Barang-barang mewah yang diagunkan tidak sekadar disimpan di gudang, melainkan ditempatkan dalam fasilitas brankas khusus yang dilengkapi dengan pengatur suhu dan tingkat kelembapan yang dikontrol secara otomatis.
Kehadiran standar internasional ini disambut antusias oleh para pelaku pasar. Hermawan (45), seorang pengusaha properti dan kolektor arloji mewah, berbagi pengalamannya mengenai perubahan paradigma ini. "Dengan Lesca Gadai Premier yang sekarang sudah tersertifikasi ISO, saya bisa mendapatkan likuiditas dalam hitungan jam hanya dengan menjaminkan koleksi saya," tuturnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram, Pilih Jual atau Beli?
Sementara, Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, melihat langkah Lesca Gadai Premier sebagai bagian dari tren global Luxury Asset-Backed Lending. Menurut Piter, sertifikasi ini adalah strategi cerdas untuk membangun trust di segmen yang sangat eksklusif.
"Langkah Lesca Gadai Premier mengadopsi ISO 9001 dan 27001 menunjukkan bahwa industri gadai barang mewah di Indonesia sudah naik kelas. Fenomena ini menandakan adanya konvergensi antara layanan gadai dengan wealth management," jelasnya.
Berbekal sertifikasi ini, Lesca Gadai Premier memproyeksikan pertumbuhan volume transaksi sebesar 25-30% pada tahun 2026. Perusahaan juga sedang dalam tahap finalisasi untuk meluncurkan layanan White Glove Service di Surabaya dan Medan, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi dari rumah atau kantor dengan pengawalan keamanan pribadi dan penilai profesional yang datang langsung ke lokasi.
"Visi kami adalah menjadikan Lesca Gadai Premier sebagai mitra gaya hidup finansial yang paling terpercaya di Asia Tenggara, yang mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan global dalam melayani nasabah kelas dunia," pungkas Bastian.
(nng)
Lihat Juga :