Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Kamis, 23 April 2026 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
"Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," tegas Destry.
BI juga berupaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik agar aliran modal asing tetap bertahan di dalam negeri. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menyeimbangkan dinamika pasar modal yang cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Masyarakat dan pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang karena Bank Indonesia memastikan memiliki amunisi yang cukup kuat untuk melakukan stabilisasi. Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 masih berada pada level yang solid, yakni sebesar USD148,2 miliar.
Destry memberikan sinyal kuat kepada para pelaku pasar bahwa otoritas moneter tidak akan membiarkan rupiah bergerak liar tanpa kendali. BI berkomitmen untuk senantiasa hadir dan mengambil tindakan terukur sesuai dengan dinamika pasar yang berkembang setiap saat. "Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," pungkas Destry menutup pernyataannya.
BI juga berupaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik agar aliran modal asing tetap bertahan di dalam negeri. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menyeimbangkan dinamika pasar modal yang cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Masyarakat dan pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang karena Bank Indonesia memastikan memiliki amunisi yang cukup kuat untuk melakukan stabilisasi. Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 masih berada pada level yang solid, yakni sebesar USD148,2 miliar.
Destry memberikan sinyal kuat kepada para pelaku pasar bahwa otoritas moneter tidak akan membiarkan rupiah bergerak liar tanpa kendali. BI berkomitmen untuk senantiasa hadir dan mengambil tindakan terukur sesuai dengan dinamika pasar yang berkembang setiap saat. "Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," pungkas Destry menutup pernyataannya.
(nng)
Lihat Juga :