SIG Percepat Transformasi Hijau, Limbah Disulap Jadi Energi
Kamis, 23 April 2026 - 13:37 WIB
loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat transformasi hijau melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat transformasi hijau melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi dalam strategi bisnis perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga kinerja operasional yang berkelanjutan. Perusahaan menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif di industri bahan bangunan.
"Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Ekspansi ke Pasar Afrika, SIG Perdana Ekspor Klinker ke Mauritania
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif meningkat 24% menjadi 681.000 ton, setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467.000 ton.
Capaian tersebut turut mendorong peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen, sekaligus berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah dan biomassa, termasuk bagi sektor pertanian.
Di sisi energi bersih, SIG memperluas pemanfaatan panel surya di berbagai fasilitas operasional serta mengoptimalkan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik. Upaya ini berhasil menurunkan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010, serta emisi cakupan 2 sebesar 15 persen dibandingkan baseline 2019.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Pada sektor pertambangan, SIG juga menjalankan praktik berkelanjutan melalui reklamasi lahan pascatambang. Hingga 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 628 hektare di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari pemulihan ekosistem. Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut mendapat pengakuan melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diraih sejumlah unit operasional SIG dan entitas anak.
SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan melalui pendekatan yang lebih inovatif, efisien, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Ekspansi ke Pasar Afrika, SIG Perdana Ekspor Klinker ke Mauritania
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif meningkat 24% menjadi 681.000 ton, setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467.000 ton.
Capaian tersebut turut mendorong peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen, sekaligus berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah dan biomassa, termasuk bagi sektor pertanian.
Di sisi energi bersih, SIG memperluas pemanfaatan panel surya di berbagai fasilitas operasional serta mengoptimalkan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik. Upaya ini berhasil menurunkan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010, serta emisi cakupan 2 sebesar 15 persen dibandingkan baseline 2019.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Pada sektor pertambangan, SIG juga menjalankan praktik berkelanjutan melalui reklamasi lahan pascatambang. Hingga 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 628 hektare di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari pemulihan ekosistem. Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut mendapat pengakuan melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diraih sejumlah unit operasional SIG dan entitas anak.
SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan melalui pendekatan yang lebih inovatif, efisien, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :