Blokade Selat Hormuz, Pendapatan Minyak Arab Saudi Anjlok Rp1,6 Triliun per Hari

Jum'at, 24 April 2026 - 08:06 WIB
loading...
Blokade Selat Hormuz,...
Arab Saudi mengalami penurunan pendapatan harian minyak akibat anjloknya volume produksi imbas gangguan di Selat Hormuz. FOTO/CNBC
A A A
JAKARTA - Lonjakan harga minyak global di tengah konflik Iran ternyata tidak sepenuhnya menguntungkan negara produsen Teluk. Arab Saudi justru mengalami penurunan pendapatan harian minyak akibat anjloknya volume produksi imbas gangguan di Selat Hormuz.

"Pendapatan harian minyak Arab Saudi turun sekitar USD93 juta atau setara Rp1,6 triliun dibandingkan sebelum perang, meskipun harga minyak melonjak," demikian hasil analisis House of Saud.

Baca Juga: Dua Tanker Raksasa Iran Berhasil Tembus Blokade AS, Boyong 4 Juta Barel Minyak

Dikutip dari CNBC, kenaikan harga minyak mentah jenis Brent yang sempat menembus di atas USD100 per barel dipicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi penyitaan kapal dan batalnya perundingan damai oleh Iran. Namun, lonjakan harga tersebut tidak mampu menutup dampak penurunan produksi minyak Arab Saudi yang turun sekitar 30%, dari 10,4 juta barel per hari menjadi sekitar 7,25 juta barel per hari.

Penurunan produksi tersebut terutama dipengaruhi oleh gangguan distribusi akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Kondisi ini menciptakan paradoks fiskal, di mana harga tinggi tidak serta-merta berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan.



Untuk kembali ke tingkat pendapatan sebelum konflik, Arab Saudi diperkirakan membutuhkan harga minyak Brent di kisaran USD115 per barel. Namun, level tersebut dinilai sulit bertahan dalam jangka panjang di tengah ketidakpastian pasar global.

Lembaga keuangan Goldman Sachs bahkan memproyeksikan defisit fiskal Arab Saudi pada 2026 bisa mencapai 6,6% dari produk domestik bruto (PDB), jauh di atas proyeksi resmi pemerintah. Defisit tersebut diperkirakan mencapai USD80-USD90 miliar lebih tinggi dari anggaran sebelumnya sekitar USD44 miliar.

Baca Juga: Blokade AS Runtuh, 34 Kapal Hantu Iran Menyelinap Bawa Minyak Senilai Rp15,6 Triliun

Di sisi lain, Oman mencatat kinerja yang relatif lebih baik. Pendapatan minyak negara tersebut dilaporkan meningkat seiring lonjakan harga minyak patokan Oman yang sempat menyentuh USD124 per barel. Meski demikian, volume ekspor kawasan Teluk secara keseluruhan masih terbatas.

Sementara itu, Amerika Serikat justru memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan ekspor minyak mentah. Data menunjukkan ekspor minyak AS berpotensi mencapai rekor baru sekitar 5,44 juta barel per hari, didorong permintaan dari Asia dan Eropa yang mencari alternatif pasokan.

Meski sejumlah perusahaan energi global menikmati keuntungan besar akibat lonjakan harga, kondisi ini tidak merata bagi semua produsen. Arab Saudi menghadapi tekanan fiskal akibat kombinasi harga tinggi dan volume produksi yang rendah, memperlihatkan kompleksitas dampak konflik terhadap pasar energi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved