Makmur, OJK, dan APRDI Perkuat Literasi Reksa Dana di Sulsel
Jum'at, 24 April 2026 - 14:08 WIB
loading...
Makmur bersama OJK dan APRDI memperkuat literasi dan inklusi investasi reksa dana di Sulawesi Selatan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memperkuat literasi dan inklusi investasi reksa dana di Sulawesi Selatan. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang akan mencapai puncaknya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
"Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana. Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi seperti Makmur, disertai pemahaman terhadap produk-produk yang tersedia," ujar Business Development & Partnership Makmur, Merry Putri Sirait dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Makmur, OJK, dan APRDI Tingkatkan Literasi Reksa Dana di Sumut
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 April 2026 di Makassar tersebut menyasar mahasiswa dan media sebagai target utama edukasi. Program ini dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Universitas Nasional Makassar, serta Universitas NITRO.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan 45 perwakilan media. Kehadiran regulator, termasuk Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin serta jajaran pejabat OJK lainnya, menunjukkan dukungan kuat dalam mendorong inklusi pasar modal di kawasan timur Indonesia.
OJK juga memperkenalkan program PINTAR yang bertujuan mendorong kebiasaan investasi secara disiplin melalui setoran berkala. Program ini mengedepankan prinsip compounding growth dan dollar cost averaging sebagai fondasi investasi jangka panjang.
Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Bunga Wahyuni, menekankan pentingnya pemahaman risiko dalam berinvestasi. "Sekarang melakukan investasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya," ujarnya.
Baca Juga: Makmur Dukung OJK dan APRDI Tingkatkan Literasi Reksa Dana di Jateng
Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan investor baru, meski tingkat inklusi investasinya masih perlu ditingkatkan. Melalui edukasi langsung, program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut, khususnya di kalangan generasi muda.
Makmur menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan nasional. Hingga saat ini, perusahaan telah menjalankan program serupa di lima kota besar dengan total lebih dari 1.000 peserta, sebagai bagian dari upaya memperluas akses investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana. Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi seperti Makmur, disertai pemahaman terhadap produk-produk yang tersedia," ujar Business Development & Partnership Makmur, Merry Putri Sirait dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Makmur, OJK, dan APRDI Tingkatkan Literasi Reksa Dana di Sumut
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 April 2026 di Makassar tersebut menyasar mahasiswa dan media sebagai target utama edukasi. Program ini dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Universitas Nasional Makassar, serta Universitas NITRO.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan 45 perwakilan media. Kehadiran regulator, termasuk Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin serta jajaran pejabat OJK lainnya, menunjukkan dukungan kuat dalam mendorong inklusi pasar modal di kawasan timur Indonesia.
OJK juga memperkenalkan program PINTAR yang bertujuan mendorong kebiasaan investasi secara disiplin melalui setoran berkala. Program ini mengedepankan prinsip compounding growth dan dollar cost averaging sebagai fondasi investasi jangka panjang.
Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Bunga Wahyuni, menekankan pentingnya pemahaman risiko dalam berinvestasi. "Sekarang melakukan investasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya," ujarnya.
Baca Juga: Makmur Dukung OJK dan APRDI Tingkatkan Literasi Reksa Dana di Jateng
Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan investor baru, meski tingkat inklusi investasinya masih perlu ditingkatkan. Melalui edukasi langsung, program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut, khususnya di kalangan generasi muda.
Makmur menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan nasional. Hingga saat ini, perusahaan telah menjalankan program serupa di lima kota besar dengan total lebih dari 1.000 peserta, sebagai bagian dari upaya memperluas akses investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :