IHSG Oversold! Jangan Panik, Bursa Pekan Ini Diproyeksi Menguji 7.100-7.150

Senin, 27 April 2026 - 07:54 WIB
loading...
IHSG Oversold! Jangan...
Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. IHSG diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah, melanjutkan tren koreksi tajam sebesar 6,61% yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari menjelaskan, bahwa pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh aksi risk-off global dan depresiasi nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang masa di level Rp17.315 per dolar AS.

"Fokus pasar kini tertuju pada pengujian support krusial di rentang 7.100-7.150. Apabila level ini gagal dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap berikutnya di area 7.022-7.080 hingga menguji support psikologis di sekitar 6.917,” ujar Brigita dalam analisisnya, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: IHSG Ambruk 6,61% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp12.736 Triliun

Tekanan pada pasar saham domestik dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang hingga kini belum menemui titik terang. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pasokan energi di Selat Hormuz, yang berujung pada lonjakan inflasi global.



Selain itu, pasar mulai mengantisipasi arah kebijakan Federal Reserve yang cenderung lebih ketat (hawkish) seiring dengan tingginya harga energi.

"Tanpa adanya de-eskalasi, pasar mulai mengantisipasi potensi pengetatan suplai yang dapat menjaga harga energi tetap tinggi. Kondisi ini berisiko menahan penurunan inflasi global dan pada akhirnya membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter dalam jangka pendek," jelas Brigita.

Baca Juga: Deretan Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Big Caps Tekan IHSG

Dari dalam negeri, sentimen negatif bertambah seiring dengan keputusan MSCI yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Hal ini memicu aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, di mana secara akumulatif telah mencapai Rp42,8 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

Pelemahan ini juga diperparah oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi per 18 April lalu yang diperkirakan akan memberikan tekanan pada inflasi jangka pendek serta daya beli masyarakat. Meski Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk menjaga stabilitas, pasar tetap bersikap hati-hati.

"Kondisi eksternal tersebut juga berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar Rupiah yang terdepresiasi drastis hingga menyentuh All Time Low di Rp17.315/USD akibat derasnya aliran modal keluar (outflow) yang masif dari pasar keuangan domestik," tegas Brigita.

Mengingat perdagangan pekan ini hanya berlangsung selama empat hari karena libur Hari Buruh, investor disarankan untuk tetap konservatif. Sektor energi diprediksi akan menjadi penopang di tengah tingginya harga komoditas, sementara sektor transportasi dan logistik diperkirakan akan menunjukkan resiliensi.

Brigita menekankan pentingnya disiplin risiko dalam menghadapi volatilitas yang masih tinggi.

"Dalam menghadapi kondisi ini, investor disarankan untuk menerapkan strategi defensive dengan mengedepankan disiplin risiko, serta memprioritaskan saham-saham yang memiliki kekuatan relatif (relative strength) dan katalis fundamental yang kuat di tengah fluktuasi pasar yang masih tinggi,” pungkasnya.

Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini

1. Buy DKFT (Entry: 805, Target Price (TP): 900, Stop Loss (SL): 765).
2. Buy ESSA (Entry: 945, Target Price (TP): 1045, Stop Loss (SL): 890).
3. Buy ERAA (Entry: 404, Target Price (TP): 442, Stop Loss (SL): 388).
4. Buy Reksa Dana Saham ETF Consumer Indonesia (XIIC).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved