Bibit Dukung Program Pintar OJK, Ajak Masyarakat Nabung Rutin lewat SIP

Senin, 27 April 2026 - 20:54 WIB
loading...
Bibit Dukung Program...
OJK bersama APRDI serta pelaku industri mencanangkan Pintar Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) serta pelaku industri mencanangkan Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026). Pencanangan ini menjadi momentum strategis mendorong masyarakat memahami reksa dana sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang dan memperkuat pasar keuangan domestik.

"Bibit mengapresiasi dukungan dari OJK, BEI, dan Asosiasi dalam peluncuran program ini. Program ini sejalan dengan misi Bibit sejak awal, di mana kami ingin membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai tujuan-tujuan keuangannya di masa depan," ujar Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya, di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Bibit Dorong Edukasi Nabung Rutin Lewat Pekan Reksa Dana 2026

Hadir dalam pencanangan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Program PINTAR dirancang untuk mendorong investasi secara konsisten tanpa harus menunggu modal besar.



Hilmawan menilai, metode Systematic Investment Plan (SIP) menjadi pilar utama yang membantu masyarakat memiliki disiplin dan konsistensi dalam berinvestasi. SIP merupakan gabungan strategi the power of compounding dan Dollar Cost Averaging, yang mewajibkan investor menyetorkan dana dalam jumlah sama secara terjadwal sesuai horizon tujuan keuangan.

Menurut Hilmawan, untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, disiplin dan ketepatan memilih instrumen investasi merupakan kunci keberhasilan investor. SIP pada dasarnya mengajak masyarakat menyisihkan dana secara rutin, berkomitmen pada tujuan, dan menahan godaan menjual reksa dana sebelum target tercapai.

Baca Juga: OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional

Berkaca dari India, sejak kampanye "Mutual Fund Sahi Hai" oleh Association of Mutual Funds in India (AMFI) pada 2017, SIP terbukti mengubah lanskap investasi. Chief Executive AMFI, Venkat N. Chalasani, yang turut hadir menyampaikan bahwa dari periode Februari 2017 hingga Maret 2019, Average Assets Under Management (AAUM) reksa dana di India tumbuh 33 persen, dan hingga kini tumbuh 600 persen.

Dia menambahkan, esensi SIP bukanlah anjuran investasi dalam jumlah besar, melainkan ajakan berinvestasi rutin dan terencana. Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi risiko investasi pada satu instrumen saja.

"Berkaca dari kisah sukses di India, tentu saja kami optimis kita bersama dapat mencapai kesuksesan yang sama di Indonesia. Terlebih, data menunjukkan bahwa per hari ini, jumlah investor pasar modal sudah lebih dari 26 juta investor," tutup Hilmawan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved