Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan

Kamis, 30 April 2026 - 18:47 WIB
loading...
Dari Konsumen ke Produsen,...
BNPB dan Kementerian PPN/Bappenas kini mendorong transformasi besar, mulai dari penguatan sistem penanggulangan bencana hingga percepatan industrialisasi teknologi kebencanaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai masih berada di posisi sebagai pengguna teknologi kebencanaan , bukan produsen. Kondisi ini dinilai menghambat kemandirian nasional dalam menghadapi risiko bencana yang kian kompleks.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) dan Kementerian PPN/Bappenas kini mendorong transformasi besar, mulai dari penguatan sistem penanggulangan bencana hingga percepatan industrialisasi teknologi kebencanaan dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Implementasi Kemandirian Inovasi Teknologi dan Industrialisasi Kebencanaan yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to ADEXCO 2026 yang bertujuan mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mempercepat kemandirian teknologi kebencanaan nasional.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menekankan, pentingnya transformasi pendekatan penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif dan berbasis risiko. Menurutnya, penguatan sistem nasional menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.

Baca Juga: DMC Ikatek Unhas Didorong Hasilkan Produk Teknologi di Bidang Kebencanaan

“Integrasi data dan koordinasi lintas sektor masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat guna memastikan respons yang lebih cepat dan efektif saat bencana terjadi,” ujar Raditya.



Ia menambahkan bahwa penguatan sistem peringatan dini, kesiapsiagaan daerah, serta peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah strategis dalam membangun ketangguhan nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, bahwa isu kebencanaan harus menjadi bagian utama dalam proses perencanaan pembangunan. “Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Febrian juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang komprehensif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional ADEXCO, Andrian W. Cader, menyoroti pentingnya transformasi Indonesia dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi kebencanaan.

“Kita tidak bisa terus berada dalam posisi sebagai pengguna teknologi. Indonesia harus naik kelas menjadi produsen, bahkan pemain utama dalam industri teknologi kebencanaan,” tegasnya.

Menurut Andrian, tantangan utama bukan terletak pada kurangnya inovasi, melainkan lemahnya konektivitas antar ekosistem. “Masalah kita bukan kekurangan ide atau teknologi, tetapi inovasi tidak terhubung dengan industri dan tidak masuk ke rantai produksi,” jelasnya.

Ia menggarisbawahi sejumlah agenda strategis, antara lain penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan industri, percepatan hilirisasi riset, serta penguatan ekosistem pembiayaan yang progresif, termasuk melalui insentif seperti super tax deduction dan peran pemerintah sebagai lead buyer.

“Ketika kita mampu memproduksi teknologi early warning system sendiri hingga mengekspor inovasi, kita tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya.

Baca Juga: Memperkuat Sinergi Penanggulangan Bencana di Indonesia

Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekosistem inovasi, pemerintah berharap upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia dapat berjalan lebih optimal serta mendorong ketangguhan sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

ADEXCO (Asia Disaster Management and Civil Protection Expo and Conference) merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, serta mitra global untuk mendorong investasi, inovasi, dan implementasi teknologi kebencanaan.

Lebih dari sekadar pameran , ADEXCO diarahkan menjadi katalis bagi industrialisasi kebencanaan nasional, sejalan dengan Rencana Induk Penanggulangan Bencana BNPB 2020–2044.

Sejak pertama kali diselenggarakan, ADEXCO telah mendorong kolaborasi konkret, termasuk investasi industri dan pengembangan produk kebencanaan di dalam negeri melalui kemitraan antara perusahaan nasional dan internasional.

Melalui ADEXCO 2026 yang akan dilaksanakan pada 9 - 12 September JI Expo Kemayoran, Jakarta. Indonesia ditargetkan dapat menjadi center of excellence untuk teknologi dan industri kebencanaan di kawasan, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain global dalam sektor tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Blibli Gelar Pameran...
Blibli Gelar Pameran Teknologi di GI, Tawarkan Kemudahan Tukar Tambah Gadget
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Pameran Menyibak Kabut...
Pameran Menyibak Kabut Angkat 100 Tahun Kelahiran Pelukis Zaini
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Rekomendasi
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved