Laba SIG Melonjak 88,7% di Kuartal I-2026 Jadi Rp80 Miliar
Jum'at, 01 Mei 2026 - 15:59 WIB
loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp80 miliar pada kuartal I-2026, meningkat 88,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut ditopang kenaikan volume penjualan, pertumbuhan pendapatan, serta strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan.
"Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja perusahaan," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Perkuat Industri Nasional, Belanja Suku Cadang Lokal SIG Tembus Rp809 Miliar
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, SIG mencatat volume penjualan sebesar 8,71 juta ton atau naik 1,7% secara tahunan dibandingkan 8,57 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terutama ditopang penjualan domestik yang tumbuh 5,4%, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen semen kantong yang melonjak 11%.
Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp8,29 triliun dengan EBITDA mencapai Rp1,06 triliun. Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp156 miliar. Perseroan menyebut pertumbuhan pendapatan mencapai 8,3% secara tahunan.
Di tengah kenaikan volume penjualan, beban pokok pendapatan meningkat 8,6% akibat kenaikan harga bahan bakar dan energi. Selain itu, biaya operasional juga naik 9%. Meski demikian, SIG berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4% berkat pengelolaan keuangan yang dinilai lebih efisien.
Vita mengatakan capaian tersebut menunjukkan resiliensi perusahaan di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi kondisi overcapacity serta tekanan geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku.
"Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Pencapaian ini membuat kami semakin yakin bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat," katanya.
Baca Juga: Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen
Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga mendorong pengembangan pasar ekspor. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, perusahaan telah menyelesaikan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menurut SIG, penguatan ekspor menjadi strategi penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik di tengah kelebihan kapasitas industri semen domestik. Perusahaan menilai pasar ekspor berpotensi memberikan margin lebih tinggi, tidak hanya ke Amerika Serikat tetapi juga ke sejumlah negara lain.
"Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja perusahaan," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Perkuat Industri Nasional, Belanja Suku Cadang Lokal SIG Tembus Rp809 Miliar
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, SIG mencatat volume penjualan sebesar 8,71 juta ton atau naik 1,7% secara tahunan dibandingkan 8,57 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan terutama ditopang penjualan domestik yang tumbuh 5,4%, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen semen kantong yang melonjak 11%.
Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp8,29 triliun dengan EBITDA mencapai Rp1,06 triliun. Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp156 miliar. Perseroan menyebut pertumbuhan pendapatan mencapai 8,3% secara tahunan.
Di tengah kenaikan volume penjualan, beban pokok pendapatan meningkat 8,6% akibat kenaikan harga bahan bakar dan energi. Selain itu, biaya operasional juga naik 9%. Meski demikian, SIG berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4% berkat pengelolaan keuangan yang dinilai lebih efisien.
Vita mengatakan capaian tersebut menunjukkan resiliensi perusahaan di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi kondisi overcapacity serta tekanan geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku.
"Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Pencapaian ini membuat kami semakin yakin bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat," katanya.
Baca Juga: Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen
Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga mendorong pengembangan pasar ekspor. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, perusahaan telah menyelesaikan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menurut SIG, penguatan ekspor menjadi strategi penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik di tengah kelebihan kapasitas industri semen domestik. Perusahaan menilai pasar ekspor berpotensi memberikan margin lebih tinggi, tidak hanya ke Amerika Serikat tetapi juga ke sejumlah negara lain.
(nng)
Lihat Juga :