Program DEWY 3.0 Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berbasis Digital
Senin, 04 Mei 2026 - 11:53 WIB
loading...
BRI Research Institute bersama Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Banjarnegara, Jawa Tengah. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - BRI Research Institute bersama Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis digital. Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan ultra mikro agar lebih adaptif terhadap transformasi teknologi dan mampu meningkatkan daya saing usaha.
"Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka," ujar Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian dalam keterangan pers, Senin (4/5/2026).
Program DEWY 3.0 merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat dan Lampung, dengan capaian menjangkau 500 pelaku usaha perempuan, membentuk 100 mentor, serta mendirikan tujuh Digital Corner.
Selain itu, program ini juga telah direplikasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencakup sejumlah desa seperti Lantan, Loyok, Sembalun, dan Senaru, dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha dan pengembangan platform pembelajaran digital.
Pada fase terbaru, DEWY 3.0 dilaksanakan di wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai mentor berbasis komunitas.
Baca Juga: Laba Bersih BRI di Kuartal I 2026 Tembus Rp15,5 Triliun
Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berkelanjutan melalui pendekatan community-based practice, yang memungkinkan peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan sistem pencatatan keuangan digital dan platform e-commerce.
Selain itu, program ini juga menghadirkan sesi edukasi terkait pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual guna menciptakan lingkungan usaha yang aman dan inklusif bagi perempuan.
Seluruh peserta turut mengikuti pemetaan usaha melalui platform PerempuanCerdasDigital.id untuk mengukur tingkat kesiapan digital masing-masing usaha, yang menjadi dasar penentuan peserta dalam pelatihan intensif lanjutan.
Baca Juga: BRI Tebar Dividen Interim Rp20,63 Triliun, Setara 50% dari Laba Bersih
Program ini juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi berbasis komunitas yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal.
Melalui DEWY 3.0, diharapkan perempuan pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak ekonomi lokal.
"Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka," ujar Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian dalam keterangan pers, Senin (4/5/2026).
Program DEWY 3.0 merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat dan Lampung, dengan capaian menjangkau 500 pelaku usaha perempuan, membentuk 100 mentor, serta mendirikan tujuh Digital Corner.
Selain itu, program ini juga telah direplikasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencakup sejumlah desa seperti Lantan, Loyok, Sembalun, dan Senaru, dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha dan pengembangan platform pembelajaran digital.
Pada fase terbaru, DEWY 3.0 dilaksanakan di wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai mentor berbasis komunitas.
Baca Juga: Laba Bersih BRI di Kuartal I 2026 Tembus Rp15,5 Triliun
Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berkelanjutan melalui pendekatan community-based practice, yang memungkinkan peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan sistem pencatatan keuangan digital dan platform e-commerce.
Selain itu, program ini juga menghadirkan sesi edukasi terkait pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual guna menciptakan lingkungan usaha yang aman dan inklusif bagi perempuan.
Seluruh peserta turut mengikuti pemetaan usaha melalui platform PerempuanCerdasDigital.id untuk mengukur tingkat kesiapan digital masing-masing usaha, yang menjadi dasar penentuan peserta dalam pelatihan intensif lanjutan.
Baca Juga: BRI Tebar Dividen Interim Rp20,63 Triliun, Setara 50% dari Laba Bersih
Program ini juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi berbasis komunitas yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal.
Melalui DEWY 3.0, diharapkan perempuan pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak ekonomi lokal.
(nng)
Lihat Juga :