Dikepung Blokade AS, Indonesia Dukung Hak Lintas Tanker Iran di Selat Lombok

Rabu, 06 Mei 2026 - 13:49 WIB
loading...
Dikepung Blokade AS,...
Pemerintah Indonesia menegaskan kedaulatan wilayah perairan nasional dengan mengizinkan dua kapal tanker raksasa asal Iran melintas di Selat Lombok. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan kedaulatan wilayah perairan nasional dengan mengizinkan dua kapal tanker raksasa asal Iran melintas di Selat Lombok menuju Kepulauan Riau di tengah pengetatan blokade laut oleh Amerika Serikat. Langkah ini diambil berdasarkan prinsip hak lintas damai yang diatur dalam kerangka hukum maritim internasional terhadap kapal-kapal asing yang melakukan navigasi di jalur laut Indonesia.

"Pemerintah mencatat keberadaan kapal-kapal asing tersebut dan telah melakukan verifikasi serta koordinasi internal; kapal-kapal ini tengah menggunakan hak lintas mereka yang sah berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Yvonne Mewengkang dikutip dari Caliber, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Tembus Blokade AS, Kapal Tanker Iran Kedua Memasuki Selat Lombok Indonesia

Dua kapal kategori Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut teridentifikasi sebagai kapal bernama HUGE dan DERYA. Kapal HUGE terpantau melintasi Selat Lombok pada 3 Mei dengan muatan sekitar 1,9 juta barel minyak mentah, sementara kapal DERYA terdeteksi memasuki jalur yang sama sehari setelahnya. Berdasarkan data pelacakan maritim, kedua kapal milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut mengarah ke wilayah Kepulauan Riau yang dikenal sebagai titik transfer antar-kapal.

Posisi Jakarta ini menempatkan Indonesia pada posisi diplomasi yang berprinsip di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran. Dengan memperlakukan transit tersebut sebagai lintas damai rutin, Indonesia secara konsisten menerapkan aturan internasional tanpa terlibat dalam sengketa blokade sepihak yang dipicu oleh kegagalan perundingan damai dalam konflik Iran 2026.



Keberhasilan navigasi kedua kapal tanker ini menandai adanya celah dalam blokade maritima yang diterapkan Amerika Serikat sejak April lalu. Para analis intelijen maritim mencatat adanya perubahan rute dari Selat Malaka yang lebih terpantau ke jalur Selat Lombok, menunjukkan upaya adaptasi Teheran terhadap pengawasan ketat militer di jalur-jalur utama pelayaran Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved