Purbaya: Saya Sebel Dibilang Gara-gara Fiskal Rupiah Jeblok

Kamis, 07 Mei 2026 - 08:58 WIB
loading...
Purbaya: Saya Sebel...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Instagram/@menkeuri
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah justru menilai kondisi fiskal nasional tetap terjaga dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

"Selama ini pemerintah menjaga kondisi fiskal dengan sangat baik. Jadi yang bilang kebijakan fiskal kita aneh, dia tidak mengerti apa yang kita kerjakan. Saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Jelang Berangkat Haji, Purbaya Siapkan Doa Khusus untuk Ekonomi Nasional

Menurut Purbaya, kritik terhadap pengelolaan fiskal muncul karena sebagian pihak belum memahami strategi manajemen kas yang diterapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang disoroti adalah pemindahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan nasional, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan likuiditas sektor produktif dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi.



Purbaya menyebut strategi pengelolaan dana negara itu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%. Menurut dia, pemerintah dapat mendorong aktivitas ekonomi tanpa harus menambah belanja negara maupun pengeluaran modal baru.

"Kamu tahu kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? Kita manage uang lebih bagus. Jangan cuma pindahin cash saja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?" ujarnya.

Baca Juga: Efek Rupiah Babak Belur, Maskapai Teriak Minta Tolong

Ia menilai pemanfaatan dana SAL di sektor perbankan menjadi cara efektif untuk memperluas manfaat ekonomi tanpa membebani APBN. Dengan strategi tersebut, pemerintah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sambil menjaga posisi kas negara tetap aman.

"Artinya apa? Pemerintah dan Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya," kata Purbaya.

Purbaya juga memastikan dana SAL yang ditempatkan di sistem perbankan tetap aman dan dapat ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan negara. Selain menjaga stabilitas fiskal, dana tersebut diharapkan terus mendukung likuiditas pembiayaan di sektor produktif.

Pemerintah optimistis pengelolaan fiskal yang adaptif dan efisien dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar dan dinamika pasar keuangan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
KPAI Ungkap Perkembangan...
KPAI Ungkap Perkembangan Laporan Ruben Onsu dan Sarwendah, Tunggu Hasil Pengadilan
Pimpinan KPK Sempat...
Pimpinan KPK Sempat Diundang ke Polda Metro Soal Penanganan 3 Kasus Korupsi, Bahas Ambil Alih Perkara
Momen Langka, Raja Charles...
Momen Langka, Raja Charles Reuni dengan Keluarga Pangeran Harry
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
Gara-gara Senggolan...
Gara-gara Senggolan Motor, Polisi Tembak Paskibra di Semarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved