SIG Hadirkan Beton Cepat Kering, Perbaikan Jalan Hanya Hitungan Jam
Kamis, 07 Mei 2026 - 10:34 WIB
loading...
SIG menghadirkan inovasi beton cepat kering sebagai solusi percepatan perbaikan jalan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi beton cepat kering bernama SpeedCrete sebagai solusi percepatan perbaikan jalan di tengah tingginya kerugian ekonomi akibat kemacetan. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus mengurangi gangguan mobilitas masyarakat.
"SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen SIG untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni seperti dikutip, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Tembus Pasar Eropa, SIG Ekspor Perdana 11.275 MT Semen ke Prancis
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019, kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Selain menimbulkan kerugian ekonomi, kemacetan juga berdampak pada peningkatan polusi udara dari sektor transportasi.
Salah satu penyebab kemacetan di perkotaan adalah proses perbaikan jalan yang memerlukan waktu lama. Metode konvensional umumnya membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu sampai dua pekan sehingga berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Melalui teknologi rapid setting, SpeedCrete memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan hanya dalam beberapa jam setelah pengecoran. Produk ini memiliki fleksibilitas waktu setting mulai dari tiga hingga 12 jam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan tingkat kepadatan lalu lintas.
Selain menghadirkan produk inovatif, SIG juga menawarkan layanan terintegrasi mulai dari pengaturan lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat. Proses pengerjaan yang dilakukan pada malam hari memungkinkan jalan kembali digunakan pada pagi hari.
Baca Juga: SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Ekspor Rp1,4 Triliun di Tuban
Pendekatan tersebut dapat meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penutupan jalan yang berkepanjangan. SpeedCrete telah diterapkan pada sejumlah proyek strategis nasional, antara lain jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, hingga sejumlah ruas jalan tol seperti Tol Jakarta-Merak, Tol Jabodetabek, dan Tol Surabaya-Mojokerto.
SIG optimistis inovasi beton cepat kering ini dapat memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur nasional yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
"SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen SIG untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional," ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni seperti dikutip, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Tembus Pasar Eropa, SIG Ekspor Perdana 11.275 MT Semen ke Prancis
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019, kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Selain menimbulkan kerugian ekonomi, kemacetan juga berdampak pada peningkatan polusi udara dari sektor transportasi.
Salah satu penyebab kemacetan di perkotaan adalah proses perbaikan jalan yang memerlukan waktu lama. Metode konvensional umumnya membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu sampai dua pekan sehingga berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Melalui teknologi rapid setting, SpeedCrete memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan hanya dalam beberapa jam setelah pengecoran. Produk ini memiliki fleksibilitas waktu setting mulai dari tiga hingga 12 jam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan tingkat kepadatan lalu lintas.
Selain menghadirkan produk inovatif, SIG juga menawarkan layanan terintegrasi mulai dari pengaturan lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat. Proses pengerjaan yang dilakukan pada malam hari memungkinkan jalan kembali digunakan pada pagi hari.
Baca Juga: SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Ekspor Rp1,4 Triliun di Tuban
Pendekatan tersebut dapat meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penutupan jalan yang berkepanjangan. SpeedCrete telah diterapkan pada sejumlah proyek strategis nasional, antara lain jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, hingga sejumlah ruas jalan tol seperti Tol Jakarta-Merak, Tol Jabodetabek, dan Tol Surabaya-Mojokerto.
SIG optimistis inovasi beton cepat kering ini dapat memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur nasional yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :