OVO Ajak Mahasiswa Unsoed Bangun Kebiasaan Finansial Sehat saat ICC 2026
Kamis, 07 Mei 2026 - 17:24 WIB
loading...
Host MoneyFestasi x Fintech Academy; Camar Haenda, Head of Payment and Digibank OVO; Burhan Kurniawan, dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia; Tulus Abadi, saat Fintech Academy bersama MoneyFestasi di UNSOED, 6 Mei 2026. Foto/Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Gaya hidup mahasiswa di era serba digital saat ini semakin lekat dengan penggunaan layanan transaksi keuangan digital . Mulai dari membayar makan, transportasi, hingga memenuhi kebutuhan harian, semua bisa dilakukan hanya melalui ponsel.
Namun ternyata di balik kemudahan itu, ada hal penting yang tak boleh diabaikan, yaitu literasi keuangan. Hal ini yang ditekankan melalui program MoneyFestasi berkolaborasi dengan Fintech Academy by OVO (PT Visionet Internasional) di acara iNews Campus Connect (ICC) 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto pada Rabu (6/5/2026).
Head of Payment & Digibank OVO, Burhan Kurniawan menjelaskan, soal edukasi finansial yang menjadi kunci agar generasi muda mampu mengelola keuangan dengan bijak. Menurutnya, di era serba cepat seperti sekarang ini, jangan sampai membuat generasi muda menjadi kurang sadar terhadap pengeluaran mereka.
Baca Juga: ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
“Fintech itu memudahkan, tapi tetap harus diimbangi dengan pemahaman. Jangan sampai karena semuanya serba cepat, kita jadi tidak sadar pengeluaran,” ujarnya.
Burhan mencontohkan layanan keuangan digital yang berkembang pesat belakangan ini dan semakin dekat dengan keseharian mahasiswa, mulai dari transaksi pembayaran menggunakan QRIS hingga penggunaan e-walletuntuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Bahkan kini layanan digital tidak hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, seperti menabung.
Baca Juga: Irfan Bahtiar Ungkap Rahasia Sukses Ngonten dengan Pahami Kebutuhan Audiens
Salah satunya melalui OVO Nabung by Superbank, berupa rek-wallet (rekening e-wallet) yang menggabungkan kenyamanan e-wallet dengan manfaat tabungan digital, termasuk bunga hingga 5% per tahun langsung melalui aplikasi OVO. Melalui fitur ini, pengguna dapat lebih mudah menyisihkan uang sejak awal sekaligus tetap fleksibel digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, OVO terus mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Di antaranya mengatur anggaran, mengontrol pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Burhan juga menyoroti pentingnya perencanaan dalam penggunaan e-wallet. Termasuk kebiasaan top up yang sering dilakukan tanpa perhitungan.
“Lebih baik direncanakan. Misalnya top up untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, jadi lebih terkontrol,” jelasnya.
Ia menilai, literasi keuangan seperti ini justru sering tidak didapatkan di bangku kuliah, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari. Program MoneyFestasi x Fintech Academy by OVO sendiri dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Tak hanya soal kemudahan transaksi, sesi ini juga membahas pentingnya keamanan digital, seperti tidak membagikan OTP dan PIN kepada siapapun, serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
OVO berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif fintech, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat. Karena di era digital, kemampuan mengelola uang bukan lagi sekedar kebutuhan, tetapi juga keterampilan penting untuk masa depan.
Namun ternyata di balik kemudahan itu, ada hal penting yang tak boleh diabaikan, yaitu literasi keuangan. Hal ini yang ditekankan melalui program MoneyFestasi berkolaborasi dengan Fintech Academy by OVO (PT Visionet Internasional) di acara iNews Campus Connect (ICC) 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto pada Rabu (6/5/2026).
Head of Payment & Digibank OVO, Burhan Kurniawan menjelaskan, soal edukasi finansial yang menjadi kunci agar generasi muda mampu mengelola keuangan dengan bijak. Menurutnya, di era serba cepat seperti sekarang ini, jangan sampai membuat generasi muda menjadi kurang sadar terhadap pengeluaran mereka.
Baca Juga: ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
“Fintech itu memudahkan, tapi tetap harus diimbangi dengan pemahaman. Jangan sampai karena semuanya serba cepat, kita jadi tidak sadar pengeluaran,” ujarnya.
Burhan mencontohkan layanan keuangan digital yang berkembang pesat belakangan ini dan semakin dekat dengan keseharian mahasiswa, mulai dari transaksi pembayaran menggunakan QRIS hingga penggunaan e-walletuntuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Bahkan kini layanan digital tidak hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, seperti menabung.
Baca Juga: Irfan Bahtiar Ungkap Rahasia Sukses Ngonten dengan Pahami Kebutuhan Audiens
Salah satunya melalui OVO Nabung by Superbank, berupa rek-wallet (rekening e-wallet) yang menggabungkan kenyamanan e-wallet dengan manfaat tabungan digital, termasuk bunga hingga 5% per tahun langsung melalui aplikasi OVO. Melalui fitur ini, pengguna dapat lebih mudah menyisihkan uang sejak awal sekaligus tetap fleksibel digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, OVO terus mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Di antaranya mengatur anggaran, mengontrol pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Burhan juga menyoroti pentingnya perencanaan dalam penggunaan e-wallet. Termasuk kebiasaan top up yang sering dilakukan tanpa perhitungan.
“Lebih baik direncanakan. Misalnya top up untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, jadi lebih terkontrol,” jelasnya.
Ia menilai, literasi keuangan seperti ini justru sering tidak didapatkan di bangku kuliah, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari. Program MoneyFestasi x Fintech Academy by OVO sendiri dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Tak hanya soal kemudahan transaksi, sesi ini juga membahas pentingnya keamanan digital, seperti tidak membagikan OTP dan PIN kepada siapapun, serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
OVO berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif fintech, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat. Karena di era digital, kemampuan mengelola uang bukan lagi sekedar kebutuhan, tetapi juga keterampilan penting untuk masa depan.
(akr)
Lihat Juga :