Rebutan Terusan Panama, AS Ajak 6 Negara Gebukin Dominasi China

Jum'at, 08 Mei 2026 - 15:05 WIB
loading...
Rebutan Terusan Panama,...
Amerika Serikat (AS) secara resmi menggalang koalisi enam negara untuk mendesak China agar melepaskan kendalinya atas dua pelabuhan strategis di kanal Terusan Panama. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Terusan Panama , urat nadi perdagangan global yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, kini menjadi arena konflik terbaru bagi dua kekuatan besar dunia. Amerika Serikat (AS) secara resmi menggalang koalisi enam negara untuk mendesak China agar melepaskan kendalinya atas dua pelabuhan strategis di kanal tersebut.

Langkah ini menandai eskalasi serius dalam upaya Washington mengusir pengaruh Beijing dari belahan bumi barat, memicu ketegangan diplomatik yang kian memanas.

Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan bersama dengan Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay, dan Trinidad dan Tobago. Koalisi ini menyatakan dukungan penuh bagi Panama untuk bebas dari apa yang mereka sebut sebagai tekanan eksternal yang tidak semestinya.

Baca Juga: China Kelabakan saat Taipan Hong Kong Jual Pelabuhan Terusan Panama Rp368 T ke AS

"Setiap upaya untuk merusak kedaulatan Panama adalah ancaman bagi kita semua," bunyi pernyataan tegas tersebut seperti dilansir RT.

Strategi Keamanan Nasional AS memang mengamanatkan pencegahan terhadap kompetitor non-Barat untuk memiliki atau mengendalikan aset kunci di kawasan Panama. Ketegangan ini makin mencuat mengingat tahun lalu, Donald Trump sempat melontarkan klaim keras bahwa China mengoperasikan Terusan Panama dan mengancam akan mengambilnya kembali.

China Melawan Kampanye Hitam

Beijing tidak tinggal diam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengecam keras manuver AS tersebut. Ia menyebut tuduhan Washington sebagai kampanye hitam yang tidak berdasar dan penuh kebohongan.

“Amerika Serikat yang mempolitisasi dan melakukan sekuritisasi berlebihan pada isu pelabuhan ini. Mereka munafik dan menyebarkan rumor serta fitnah di mana-mana,” tegas Lin Jian pada Rabu (6/5).



Koalisi enam negara yang dibentuk AS bertujuan menekan China untuk melepaskan kepentingannya di dua pelabuhan di Terusan Panama, serta menuduh Beijing melanggar kedaulatan Panama dan mempolitisasi perdagangan global. Sedangkan China menyebut klaim tersebut tidak berdasar.

Pihak China mendesak negara-negara anggota koalisi agar tidak tertipu atau dimanfaatkan oleh kekuatan yang memiliki motif tersembunyi. Baca Juga: Lebih Banyak Kapal Melintasi Terusan Panama Akibat Perang Iran

Titik Sengketa

Akar dari perselisihan ini adalah pembatalan kontrak oleh Mahkamah Agung Panama pada Januari lalu terhadap anak perusahaan CK Hutchison Holdings yang berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini telah mengelola dua pelabuhan utama di pintu masuk kanal -Balboa dan Cristobal- selama hampir tiga dekade.

Kini konflik tersebut bergeser ke ranah hukum internasional, dimana MA Panama membatalkan hak kelola perusahaan China, langkah yang langsung didukung oleh AS. CK Hutchison melakukan perlawanan hukum dan meluncurkan arbitrase internasional.

Perusahaan tersebut menuntut ganti rugi sebesar USD2 miliar (sekitar Rp32 triliun) atas apa yang mereka sebut sebagai pengambilalihan yang melanggar hukum.

Peran Penting Terusan Panama

Terusan Panama bukan sekadar jalur kapal; ia adalah kompas ekonomi dunia. Jika ketegangan terus meningkat hingga mengganggu operasional atau menyebabkan sengketa hukum yang panjang, dampaknya akan terasa pada rantai pasok global.

Gangguan di kanal ini dapat menyebabkan keterlambatan barang elektronik hingga komoditas pangan. Konflik di jalur strategis biasanya memicu kenaikan biaya asuransi kapal dan biaya pengiriman. Menunjukkan bahwa Amerika Latin kini menjadi medan tempur utama pengaruh AS vs China.

Dengan arbitrase internasional yang tengah berjalan dan koalisi AS yang makin solid, masa depan kendali atas "jalan pintas dunia" ini masih tertutup kabut ketidakpastian. Apakah Panama akan tetap menjadi zona netral, atau justru terjepit di tengah ambisi dua raksasa?
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Rekomendasi
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Dewi Perssik Bagikan...
Dewi Perssik Bagikan Kabar Terbaru Tio Pakusadewo usai Dirawat Akibat Gangguan Jantung
Berita Terkini
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved