MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
Jum'at, 08 Mei 2026 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90% sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi keuangan Perseroan tetap sehat sehingga kami masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan usaha ke depan,” ujar Ridwan Goh.
Ridwan menambahkan, Perseroan juga optimistis terhadap prospek usaha pada tahun 2026. MARK menargetkan laba bersih sebesar Rp340 miliar atau tumbuh sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang kuat, terutama dominasi pasar ekspor, efisiensi operasional, serta eksposur positif terhadap penguatan dolar AS.
“Lebih dari 80% penjualan Perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Struktur bisnis ini memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga di tengah penguatan dolar AS, Perseroan justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas,” jelas Ridwan.
Ia juga menegaskan, bahwa Perseroan akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ridwan menambahkan, Perseroan juga optimistis terhadap prospek usaha pada tahun 2026. MARK menargetkan laba bersih sebesar Rp340 miliar atau tumbuh sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang kuat, terutama dominasi pasar ekspor, efisiensi operasional, serta eksposur positif terhadap penguatan dolar AS.
“Lebih dari 80% penjualan Perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Struktur bisnis ini memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga di tengah penguatan dolar AS, Perseroan justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas,” jelas Ridwan.
Ia juga menegaskan, bahwa Perseroan akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Lihat Juga :