Palma Serasih Bukukan Laba Bersih Rp442,8 Miliar di 2025
Jum'at, 08 Mei 2026 - 18:47 WIB
loading...
PT Palma Serasih Tbk (PSGO) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Palma Serasih Tbk (PSGO) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri kelapa sawit global dan fluktuasi harga komoditas. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp442,8 miliar atau meningkat 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp350,6 miliar.
Peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan produktivitas perkebunan serta disiplin dalam pengelolaan biaya operasional. Pendapatan Perseroan juga tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan menjadi Rp2,55 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Palma Serasih, Astrida Niovita Bachtiar, mengatakan pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi praktik manajemen terbaik dan komitmen terhadap bisnis yang bertanggung jawab.
"Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi penerapan standar operasional, efisiensi operasional, pengelolaan aset yang optimal, dan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Astrida dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: BCAP Catat Kinerja Solid, Laba Bersih Tumbuh 28,64% di Kuartal I-2026
Dari sisi profitabilitas, Palma Serasih mencatat EBITDA sebesar Rp752,3 miliar dengan margin EBITDA tetap sehat di level 29,5 persen. Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja keuangan yang solid di tengah tantangan industri.
Secara operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat sebesar 355,2 ribu ton, sedangkan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton. Produktivitas TBS inti berada di level 17,8 ton per hektare dan diproyeksikan masih dapat meningkat seiring bertambahnya usia tanaman menuju masa produktif optimal.
Pada 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan ekspansi usaha secara selektif. Strategi tersebut juga dibarengi penguatan implementasi praktik agrikultur terbaik dan program keberlanjutan di seluruh lini operasional.
Sebagai perusahaan sawit terintegrasi dengan lebih dari 28 ribu hektare area tertanam inti dan plasma di Kalimantan Timur, Palma Serasih menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Perseroan juga menjalankan program konservasi di kawasan Wehea-Kelay serta bekerja sama dengan sejumlah lembaga konservasi untuk perlindungan habitat orangutan.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur Tembus Rp17.401 per Dolar AS Pagi Ini
Selain fokus pada lingkungan, Perseroan terus mengembangkan kemitraan petani plasma dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui dukungan ekonomi dan infrastruktur sosial. Palma Serasih juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), serta GGL sebagai bagian dari penguatan standar operasional berkelanjutan.
Peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan produktivitas perkebunan serta disiplin dalam pengelolaan biaya operasional. Pendapatan Perseroan juga tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan menjadi Rp2,55 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Palma Serasih, Astrida Niovita Bachtiar, mengatakan pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi praktik manajemen terbaik dan komitmen terhadap bisnis yang bertanggung jawab.
"Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi penerapan standar operasional, efisiensi operasional, pengelolaan aset yang optimal, dan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Astrida dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: BCAP Catat Kinerja Solid, Laba Bersih Tumbuh 28,64% di Kuartal I-2026
Dari sisi profitabilitas, Palma Serasih mencatat EBITDA sebesar Rp752,3 miliar dengan margin EBITDA tetap sehat di level 29,5 persen. Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja keuangan yang solid di tengah tantangan industri.
Secara operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat sebesar 355,2 ribu ton, sedangkan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton. Produktivitas TBS inti berada di level 17,8 ton per hektare dan diproyeksikan masih dapat meningkat seiring bertambahnya usia tanaman menuju masa produktif optimal.
Pada 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan ekspansi usaha secara selektif. Strategi tersebut juga dibarengi penguatan implementasi praktik agrikultur terbaik dan program keberlanjutan di seluruh lini operasional.
Sebagai perusahaan sawit terintegrasi dengan lebih dari 28 ribu hektare area tertanam inti dan plasma di Kalimantan Timur, Palma Serasih menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Perseroan juga menjalankan program konservasi di kawasan Wehea-Kelay serta bekerja sama dengan sejumlah lembaga konservasi untuk perlindungan habitat orangutan.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur Tembus Rp17.401 per Dolar AS Pagi Ini
Selain fokus pada lingkungan, Perseroan terus mengembangkan kemitraan petani plasma dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui dukungan ekonomi dan infrastruktur sosial. Palma Serasih juga telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), serta GGL sebagai bagian dari penguatan standar operasional berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :