Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Sabtu, 09 Mei 2026 - 23:43 WIB
loading...
Milestone topping off SMX01 menegaskan progres pembangunan pusat data AI-ready di Jakarta dan kesiapan menuju Ready for Service pada kuartal IV 2026. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - SM+ Data Centers, Korea Investment Real Asset Management (KIRA), dan LG Sinar Mas (LGSM), menandai pencapaian penting pembangunan SMX01 melalui seremoni topping off di Jakarta. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek pusat data flagship tersebut terus bergerak menuju tahap Ready for Service (RFS) yang ditargetkan pada kuartal IV 2026.
SMX01 merupakan pusat data AI-ready kaya konektivitas yang berlokasi di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta. Proyek ini adalah bagian dari kolaborasi antara SM+ Data Centers, KIRA dan LGSM untuk menghadirkan fasilitas pusat data yang aman, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia serta Asia Tenggara.
Topping off SMX01 bukan hanya menandai selesainya salah satu fase utama konstruksi, tetapi juga menunjukkan progres nyata SM+ Data Centers dalam memperluas kapabilitasnya dari jaringan edge data center nasional menuju flagship metro data center yang hyperscale-ready di Jakarta.
Baca Juga: Ekonomi Digital RI Hampir USD100 Miliar, Menko Airlangga Sebut AI Mesin Pertumbuhan Baru
Kehadiran SMX01 memperkuat posisi SM+ Data Centers dalam menjawab pertumbuhan kebutuhan terhadap infrastruktur cloud, enterprise, dan AI, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis terhadap kapasitas komputasi yang aman, scalable, dan terkoneksi.
Bagi LGSM, pencapaian ini menjadi pembuktian kapabilitas design, build, dan operate untuk proyek data center berskala besar. Melalui SMX01, LGSM membawa standar engineering global LG CNS ke Indonesia.
Sinergi ini menjadi penting karena pembangunan data center generasi baru tidak hanya membutuhkan kapasitas fisik, tetapi juga kesiapan operasional, integrasi sistem, dan disiplin engineering sejak tahap awal.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, SMX01 hadir di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang mampu mendukung adopsi cloud, beban kerja AI dan machine learning, kepatuhan terhadap kebutuhan pemrosesan data lokal, serta konektivitas enterprise berlatensi rendah.
Dengan positioning sebagai fasilitas AI-ready, enterprise-grade, hyperscale-capable, dan carrier-neutral, SMX01 diharapkan dapat menambah kapasitas infrastruktur digital berstandar global di Jakarta.
Penguatan ekosistem SMX01 juga tercermin dari langkah SM+ Data Centers yang sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memperluas interkoneksi dan mendukung akses terhadap infrastruktur carrier-neutral menjelang operasional SMX01. Langkah ini mempertegas posisi SMX01 sebagai bagian dari ekosistem konektivitas yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan cloud, AI, dan layanan digital berkapasitas tinggi di Indonesia.
“SMX01 merupakan langkah penting dalam perjalanan SM+ Data Centers untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Dari jaringan edge data center yang telah kami bangun di berbagai wilayah Indonesia, SMX01 menjadi flagship facility yang dirancang untuk menjawab kebutuhan enterprise, hyperscale, cloud, dan AI workloads di pusat ekonomi digital Indonesia. Dengan tercapainya topping off ini, kami semakin dekat untuk menghadirkan fasilitas yang siap mendukung kebutuhan pelanggan ketika memasuki tahap Ready for Service,” ujar Direktur Utama dan Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah.
Baca Juga: Pandemi Mendorong Popularitas Data Center
“Pencapaian topping off SMX01 merupakan milestone penting dalam pengembangan aset infrastruktur digital strategis di Indonesia. Sebagai mitra investasi, KIRA melihat SMX01 memiliki fundamental jangka panjang yang kuat untuk mendukung kebutuhan data center yang aman, andal, dan berstandar global. Kami bangga dapat mendukung proyek ini bersama SM+ Data Centers dan LG Sinar Mas,” ujar Yong Sik Kim, CEO KIRA
Perwakilan LG Sinar Mas, sebagai Design and Operation Partner dari SMX01 menekankan bahwa pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional.
Bagi LG Sinar Mas, topping off SMX01 bukan hanya milestone konstruksi, tetapi validasi atas kemampuan kami dalam menghadirkan standar design, build, dan operate untuk data center generasi berikutnya di Indonesia. Sejak awal, SMX01 dirancang untuk menjawab kebutuhan yang semakin kompleks, mulai dari cloud adoption, data-intensive workloads, hingga kesiapan infrastruktur untuk AI.
"Pencapaian ini membawa kami selangkah lebih dekat menuju Ready for Service pada Kuartal IV 2026, sekaligus menegaskan komitmen kami untuk mendukung fondasi ekonomi digital Indonesia dengan infrastruktur yang aman, scalable, dan berstandar global,” ujar CEO LG Sinar Mas, Han Donghyup.
Ke depan, proyek SMX01 akan memasuki fase penyelesaian lanjutan, termasuk penyempurnaan sistem pendukung utama, kesiapan data hall, serta proses pengujian dan commissioning menuju standar operasional yang ditargetkan. Seluruh tahapan tersebut akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum memasuki RFS pada kuartal IV 2026.
Dengan tercapainya topping off ini, SM+ Data Centers dan para mitra menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi digital Indonesia melalui pembangunan infrastruktur pusat data yang andal, berstandar global, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi digital masa depan.
SMX01 merupakan pusat data AI-ready kaya konektivitas yang berlokasi di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta. Proyek ini adalah bagian dari kolaborasi antara SM+ Data Centers, KIRA dan LGSM untuk menghadirkan fasilitas pusat data yang aman, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia serta Asia Tenggara.
Topping off SMX01 bukan hanya menandai selesainya salah satu fase utama konstruksi, tetapi juga menunjukkan progres nyata SM+ Data Centers dalam memperluas kapabilitasnya dari jaringan edge data center nasional menuju flagship metro data center yang hyperscale-ready di Jakarta.
Baca Juga: Ekonomi Digital RI Hampir USD100 Miliar, Menko Airlangga Sebut AI Mesin Pertumbuhan Baru
Kehadiran SMX01 memperkuat posisi SM+ Data Centers dalam menjawab pertumbuhan kebutuhan terhadap infrastruktur cloud, enterprise, dan AI, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis terhadap kapasitas komputasi yang aman, scalable, dan terkoneksi.
Bagi LGSM, pencapaian ini menjadi pembuktian kapabilitas design, build, dan operate untuk proyek data center berskala besar. Melalui SMX01, LGSM membawa standar engineering global LG CNS ke Indonesia.
Sinergi ini menjadi penting karena pembangunan data center generasi baru tidak hanya membutuhkan kapasitas fisik, tetapi juga kesiapan operasional, integrasi sistem, dan disiplin engineering sejak tahap awal.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, SMX01 hadir di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang mampu mendukung adopsi cloud, beban kerja AI dan machine learning, kepatuhan terhadap kebutuhan pemrosesan data lokal, serta konektivitas enterprise berlatensi rendah.
Dengan positioning sebagai fasilitas AI-ready, enterprise-grade, hyperscale-capable, dan carrier-neutral, SMX01 diharapkan dapat menambah kapasitas infrastruktur digital berstandar global di Jakarta.
Penguatan ekosistem SMX01 juga tercermin dari langkah SM+ Data Centers yang sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memperluas interkoneksi dan mendukung akses terhadap infrastruktur carrier-neutral menjelang operasional SMX01. Langkah ini mempertegas posisi SMX01 sebagai bagian dari ekosistem konektivitas yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan cloud, AI, dan layanan digital berkapasitas tinggi di Indonesia.
“SMX01 merupakan langkah penting dalam perjalanan SM+ Data Centers untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Dari jaringan edge data center yang telah kami bangun di berbagai wilayah Indonesia, SMX01 menjadi flagship facility yang dirancang untuk menjawab kebutuhan enterprise, hyperscale, cloud, dan AI workloads di pusat ekonomi digital Indonesia. Dengan tercapainya topping off ini, kami semakin dekat untuk menghadirkan fasilitas yang siap mendukung kebutuhan pelanggan ketika memasuki tahap Ready for Service,” ujar Direktur Utama dan Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah.
Baca Juga: Pandemi Mendorong Popularitas Data Center
“Pencapaian topping off SMX01 merupakan milestone penting dalam pengembangan aset infrastruktur digital strategis di Indonesia. Sebagai mitra investasi, KIRA melihat SMX01 memiliki fundamental jangka panjang yang kuat untuk mendukung kebutuhan data center yang aman, andal, dan berstandar global. Kami bangga dapat mendukung proyek ini bersama SM+ Data Centers dan LG Sinar Mas,” ujar Yong Sik Kim, CEO KIRA
Perwakilan LG Sinar Mas, sebagai Design and Operation Partner dari SMX01 menekankan bahwa pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional.
Bagi LG Sinar Mas, topping off SMX01 bukan hanya milestone konstruksi, tetapi validasi atas kemampuan kami dalam menghadirkan standar design, build, dan operate untuk data center generasi berikutnya di Indonesia. Sejak awal, SMX01 dirancang untuk menjawab kebutuhan yang semakin kompleks, mulai dari cloud adoption, data-intensive workloads, hingga kesiapan infrastruktur untuk AI.
"Pencapaian ini membawa kami selangkah lebih dekat menuju Ready for Service pada Kuartal IV 2026, sekaligus menegaskan komitmen kami untuk mendukung fondasi ekonomi digital Indonesia dengan infrastruktur yang aman, scalable, dan berstandar global,” ujar CEO LG Sinar Mas, Han Donghyup.
Ke depan, proyek SMX01 akan memasuki fase penyelesaian lanjutan, termasuk penyempurnaan sistem pendukung utama, kesiapan data hall, serta proses pengujian dan commissioning menuju standar operasional yang ditargetkan. Seluruh tahapan tersebut akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum memasuki RFS pada kuartal IV 2026.
Dengan tercapainya topping off ini, SM+ Data Centers dan para mitra menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi digital Indonesia melalui pembangunan infrastruktur pusat data yang andal, berstandar global, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi digital masa depan.
(akr)
Lihat Juga :