Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:36 WIB
loading...
Proyek CA-EDC Chandra...
Chandra Asri melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui entitas anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali, mencatat progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66%. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hilirisasi industri kimia nasional sekaligus meningkatkan ketahanan pasokan bahan baku strategis.

Saat ini, pembangunan proyek memasuki tahap pengembangan infrastruktur logistik utama berupa konstruksi jetty dan tangki penyimpanan untuk mendukung distribusi, penyimpanan, dan pengelolaan logistik produk chlor alkali serta ethylene dichloride (EDC). Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas rantai pasok industri kimia nasional dan regional.

"Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis. Kami memandang pengembangan infrastruktur yang terintegrasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri kimia nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Suryandi seperti dikutip, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Chandra Asri Perkuat Transformasi dan Ekspansi Regional, Catat Laba Bersih USD1,4 Miliar di 2025

Selain mendukung penguatan industri kimia nasional, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Selama masa konstruksi, proyek CA-EDC melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja dan diproyeksikan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru saat mulai beroperasi penuh pada kuartal I 2027.



Perseroan juga melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek sebagai bagian dari komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pabrik CA-EDC dirancang untuk memenuhi kebutuhan domestik terhadap bahan kimia dasar strategis yang terus meningkat. Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun.

Baca Juga: Kurangi Impor, Danantara-INA Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri Group

Produksi soda kaustik diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai 293 juta dolar AS. Sementara produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor dan diperkirakan dapat menghasilkan devisa hingga USD300 juta per tahun serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

Chandra Asri menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan industri hilir kimia nasional, meningkatkan daya saing industri domestik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui investasi strategis di sektor petrokimia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Prabowo Dorong Percepatan...
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air
Rekomendasi
Mbah Dimas Bongkar Kisah...
Mbah Dimas Bongkar Kisah Keluarga Kehilangan Anak, Diduga Berkaitan dengan Perjanjian Gaib
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved