Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz
Senin, 11 Mei 2026 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka sangat lapar untuk menjual. Dengan pasokan global yang tersendat, siapa pun yang bisa mengeluarkan minyak dari Teluk akan mendapatkan keuntungan luar biasa," ujar seorang sumber industri yang mengetahui operasi tersebut.
Selain risiko serangan, taktik ini juga mempersulit pelacakan data pasokan global. Artinya jumlah minyak yang diselundupkan UEA mungkin jauh lebih besar dari yang dilaporkan saat ini.
Baca Juga: UEA Tuding Iran Serang Kapal Tanker ADNOC dengan Drone di Selat Hormuz
Kondisi Selat Hormuz semakin mencekam, setelah Teheran merespons serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari dengan secara efektif menutup Selat Hormuz untuk ekspor selain miliknya sendiri, menahan seperlima pasokan minyak dan gas global. Penutupan ini dan blokade AS yang telah menghentikan ekspor Iran dalam beberapa minggu terakhir telah mendorong harga minyak global melampaui USD100 per barel.
ADNOC harus memangkas ekspornya lebih dari 1 juta barel per hari sejak perang dimulai, dari 3,1 juta bph yang dikirim tahun lalu, menurut data Kpler. Sebagian besar ekspornya adalah jenis Murban yang diekspor melalui pipa dari ladang di darat ke Fujairah.
Ancaman Nyata Serangan Drone
Namun misi ini jauh dari kata aman. Pekan lalu, UEA menuduh Iran menggunakan drone untuk menyerang salah satu tanker kosong milik ADNOC, Barakah, saat sedang melintas. Serangan ini menjadi pengingat bahwa setiap barel minyak yang berhasil keluar bisa dibayar dengan nyawa awak kapal dan kehancuran armada.Selain risiko serangan, taktik ini juga mempersulit pelacakan data pasokan global. Artinya jumlah minyak yang diselundupkan UEA mungkin jauh lebih besar dari yang dilaporkan saat ini.
Baca Juga: UEA Tuding Iran Serang Kapal Tanker ADNOC dengan Drone di Selat Hormuz
Kondisi Selat Hormuz semakin mencekam, setelah Teheran merespons serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari dengan secara efektif menutup Selat Hormuz untuk ekspor selain miliknya sendiri, menahan seperlima pasokan minyak dan gas global. Penutupan ini dan blokade AS yang telah menghentikan ekspor Iran dalam beberapa minggu terakhir telah mendorong harga minyak global melampaui USD100 per barel.
ADNOC harus memangkas ekspornya lebih dari 1 juta barel per hari sejak perang dimulai, dari 3,1 juta bph yang dikirim tahun lalu, menurut data Kpler. Sebagian besar ekspornya adalah jenis Murban yang diekspor melalui pipa dari ladang di darat ke Fujairah.
(akr)
Lihat Juga :