Industri Sawit RI Tumbuh Positif, Kebutuhan Komponen Pabrik Ikut Meningkat

Senin, 11 Mei 2026 - 22:12 WIB
loading...
Industri Sawit RI Tumbuh...
PT Sinar Bintang Jaya Makmur (SBJM) melalui merek CULLENS menghadirkan berbagai produk pendukung industri sawit. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Industri kelapa sawit Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Kinerja ekspor yang meningkat, konsumsi domestik yang tinggi, hingga program hilirisasi pemerintah mendorong kebutuhan peralatan dan komponen pendukung di sektor pengolahan crude palm oil (CPO).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar atau naik 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara volume ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.

Indonesia juga masih mempertahankan posisi sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika digabungkan dengan produksi palm kernel oil (PKO), total produksi nasional mencapai 56,55 juta ton.

Pertumbuhan tersebut membuat kebutuhan infrastruktur dan komponen mekanis di pabrik pengolahan sawit ikut meningkat. Mulai dari conveyor chain, sprocket, hingga sistem transmisi menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi operasional pabrik.

Baca Juga: Prabowo Targetkan 40 Titik Hilirisasi Beroperasi Sepanjang 2026

Salah satu perusahaan penyedia komponen industri, PT Sinar Bintang Jaya Makmur (SBJM), melihat tren positif tersebut sebagai peluang untuk memperluas pasar di sektor pengolahan sawit nasional. PT Sinar Bintang Jaya Makmur (SBJM) melalui merek CULLENS menghadirkan berbagai produk pendukung industri, mulai dari conveyor chain dan sprocket, transmisi chain dan sprocket, hingga chain coupling yang digunakan pada sektor pengolahan sawit dan industri berat lainnya.



Komponen mekanis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi di pabrik CPO. Sistem conveyor misalnya, berfungsi memindahkan material dan tandan sawit dalam proses pengolahan yang berlangsung nyaris tanpa henti selama 24 jam.

Marketing PT SBJM wilayah Kalimantan Barat mengatakan pihaknya terus memperkenalkan produk komponen industri melalui berbagai pameran sektor sawit, termasuk Palmex Indonesia 2026.

“Palmex ini memang lebih khusus untuk industri pengolahan kelapa sawit. Tujuan kami mengikuti pameran ini agar produk-produk yang kami pasarkan lebih dikenal oleh perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Senin, (11/5/2026)..

Menurut dia, tantangan utama industri pengolahan sawit saat ini bukan hanya kapasitas produksi, tetapi juga ketahanan peralatan di lapangan. Karena itu, perusahaan menerapkan standar pengujian material yang mengacu pada standar Singapura dan Malaysia, termasuk uji tarik dan uji putus untuk memastikan daya tahan komponen.

Baca Juga: BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Skala UMKM ke Pasar Global

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi industri sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Selain kebutuhan pangan, konsumsi sawit nasional juga terdorong oleh sektor energi melalui implementasi program biodiesel B50 yang mulai diperluas pada 2026.

Dengan pertumbuhan produksi dan ekspor yang terus meningkat, industri pendukung seperti manufaktur komponen mekanis diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan operasional pabrik sawit nasional sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Rekomendasi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Berita Terkini
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Infografis
Pabrik Baterai Mobil...
Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI Mulai Dibangun 15 September
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved