Dunia Kehilangan 100 Juta Barel Minyak Tiap Minggu! Bos Aramco Bunyikan Peringatan Darurat
Selasa, 12 Mei 2026 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz
Sementara itu Saudi Aramco berhasil bertahan berkat manuver cerdik menggunakan Pipa Timur-Barat menuju Laut Merah. Meski telah dipaksa bekerja hingga kapasitas maksimal 7 juta barel per hari, angka ini hanya mampu menutupi 60% dari volume ekspor normal mereka.
Pipa alternatif yang dibangun buat Arab Saudi dan UEA hanya dapat menampung sekitar 3,5 hingga 5,5 juta barel per hari (bph). Kondisi ini masih meninggalkan lubang besar pada pasokan minyak Teluk yang tanpa tujuan, menurut laporan dari Universitas Oxford bulan lalu.
Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan global, melonjak hingga USD103,1 per barel. Sedangkan US West Texas Intermediate (WTI) berada pada posisi USD97 per barel atau naik 1,6% dari sesi sebelumnya.
"Semakin lama Selat Hormuz tertutup, pasar akan semakin ketat. Harga tinggi yang berkelanjutan ini menghantui aktivitas ekonomi global dan memicu ancaman kehancuran permintaan," ujar Nikos Tzabouras, analis pasar senior dari Tradu.com.
Tzabouras mencatat, bahwa lonjakan harga minyak yang berkepanjangan bukan tanpa konsekuensi, karena "harga tinggi yang berkelanjutan bakal membebani aktivitas ekonomi global dan meningkatkan bayangan penurunan permintaan."
Sementara itu Saudi Aramco berhasil bertahan berkat manuver cerdik menggunakan Pipa Timur-Barat menuju Laut Merah. Meski telah dipaksa bekerja hingga kapasitas maksimal 7 juta barel per hari, angka ini hanya mampu menutupi 60% dari volume ekspor normal mereka.
Pipa alternatif yang dibangun buat Arab Saudi dan UEA hanya dapat menampung sekitar 3,5 hingga 5,5 juta barel per hari (bph). Kondisi ini masih meninggalkan lubang besar pada pasokan minyak Teluk yang tanpa tujuan, menurut laporan dari Universitas Oxford bulan lalu.
Harga Minyak Mendidih usai Trump Tolak Tawaran Iran
Harapan publik agar harga BBM turun kembali kandas. Harga minyak mentah dunia kembali meroket setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak tawaran balasan dari Iran. Penolakan ini memicu kekhawatiran akan adanya eskalasi militer baru.Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan global, melonjak hingga USD103,1 per barel. Sedangkan US West Texas Intermediate (WTI) berada pada posisi USD97 per barel atau naik 1,6% dari sesi sebelumnya.
"Semakin lama Selat Hormuz tertutup, pasar akan semakin ketat. Harga tinggi yang berkelanjutan ini menghantui aktivitas ekonomi global dan memicu ancaman kehancuran permintaan," ujar Nikos Tzabouras, analis pasar senior dari Tradu.com.
Tzabouras mencatat, bahwa lonjakan harga minyak yang berkepanjangan bukan tanpa konsekuensi, karena "harga tinggi yang berkelanjutan bakal membebani aktivitas ekonomi global dan meningkatkan bayangan penurunan permintaan."
Aramco Raup Untung di Tengah Perang AS versus Iran
Aramco melaporkan lonjakan laba bersih yang disesuaikan sebesar 26% secara tahunan untuk kuartal pertama tahun 2026 menjadi USD33,6 miliar. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan analis sebesar USD26,6 miliar, menurut laporan keuangan yang dirilis pada hari Minggu, lalu.Lihat Juga :