Jaga Resiliensi Pertumbuhan, MDLA Bagikan Dividen dan Tetapkan Susunan Direksi Baru
Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan dengan strategi pertumbuhan, Perseroan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan infrastruktur distribusi nasional, termasuk rencana peresmian gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan jangkauan layanan distribusi farmasi di wilayah barat Indonesia.
Perseroan telah merealisasikan penambahan tiga prinsipal baru pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio dan peningkatan posisi kompetitif Perseroan. Ke depan, Perseroan akan terus mengeksplorasi peluang penambahan prinsipal baru secara selektif dan berkelanjutan guna memperluas cakupan produk, memperkuat kemitraan strategis, serta mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dalam pengembangan bisnis alat kesehatan, Perseroan saat ini tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan alat kesehatan global sebagai bagian dari upaya diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah portofolio. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” kata Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana.
MDLA menunjukkan kinerja yang solid sepanjang kuartal pertama 2026. Pendapatan perseroan tumbuh positif 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong laba periode berjalan naik 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan laba ini didorong oleh kinerja penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, MDLA berhasil mengantongi penjualan neto Rp4,03 triliun hingga 31 Maret 2026. Meningkat dibandingkan Rp3,9 triliun yang dicatatkan pada kuartal I 2025.
Penjualan produk farmasi menjadi kontributor utama dengan Rp3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp2,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu penjualan alat kesehatan mengkontribusikan Rp394,5 miliar, dan produk kesehatan Rp380,2 miliar. Baca juga: Astra International Bagikan Dividen Jumbo Rp15,7 Triliun, Cair Bulan Depan
Perseroan telah merealisasikan penambahan tiga prinsipal baru pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio dan peningkatan posisi kompetitif Perseroan. Ke depan, Perseroan akan terus mengeksplorasi peluang penambahan prinsipal baru secara selektif dan berkelanjutan guna memperluas cakupan produk, memperkuat kemitraan strategis, serta mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dalam pengembangan bisnis alat kesehatan, Perseroan saat ini tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan alat kesehatan global sebagai bagian dari upaya diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah portofolio. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” kata Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana.
MDLA menunjukkan kinerja yang solid sepanjang kuartal pertama 2026. Pendapatan perseroan tumbuh positif 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong laba periode berjalan naik 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan laba ini didorong oleh kinerja penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, MDLA berhasil mengantongi penjualan neto Rp4,03 triliun hingga 31 Maret 2026. Meningkat dibandingkan Rp3,9 triliun yang dicatatkan pada kuartal I 2025.
Penjualan produk farmasi menjadi kontributor utama dengan Rp3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp2,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu penjualan alat kesehatan mengkontribusikan Rp394,5 miliar, dan produk kesehatan Rp380,2 miliar. Baca juga: Astra International Bagikan Dividen Jumbo Rp15,7 Triliun, Cair Bulan Depan
Lihat Juga :