Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Selasa, 12 Mei 2026 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Jesper Palmqvist, Wakil Presiden Regional Asia Pacific STR, bersama Erastus Radjimin, Founder dan CEO ARTOTEL Group, mengupas cara mengubah wawasan pasar menjadi aksi. Sesi khusus branded residence dipandu Bill Barnett, Managing Director C9 Hotelworks, menghadirkan pembicara dari Harmoni Bali, Marriott International, dan Langham Hospitality Group.
Bill Barnett mengatakan, residensi bermerek bukan lagi produk sekunder di Indonesia. Mereka menjadi pendorong utama permintaan properti mewah. “Yang membuat Indonesia menarik adalah perpaduan kepercayaan pada merek, daya tarik destinasi, serta aspirasi gaya hidup. Tantangannya adalah menyelaraskan elemen tersebut di pasar yang beragam, terfragmentasi, dan bernuansa budaya,” jelasnya. Baca juga: Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!
Matt Gebbie, Direktur Pacific Asia, Horwath HTL menambakna, peluang Indonesia bukan sekadar pertumbuhan tetapi pertumbuhan yang cerdas. “Hotel mewah menghadapi ekspektasi lebih tinggi dalam kinerja, imbal hasil modal, dan diferensiasi. Memahami destinasi, segmen, dan konsep yang benar-benar berkinerja pada 2026 dan setelahnya kini menjadi krusial bagi investor maupun operator,” tandasnya.
Sesi lain membahas teknologi perhotelan, kepemimpinan, desain berakar budaya, strategi kepemilikan, dan keberlanjutan. Kontributornya antara lain ZUZU Hospitality, Mylighthouse, Plataran Indonesia, QUO Global, Banyan Group, Potato Head, THE 101 Hotels & Resorts, Amaroossa Hotels, Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, dan Greenview.
Bill Barnett mengatakan, residensi bermerek bukan lagi produk sekunder di Indonesia. Mereka menjadi pendorong utama permintaan properti mewah. “Yang membuat Indonesia menarik adalah perpaduan kepercayaan pada merek, daya tarik destinasi, serta aspirasi gaya hidup. Tantangannya adalah menyelaraskan elemen tersebut di pasar yang beragam, terfragmentasi, dan bernuansa budaya,” jelasnya. Baca juga: Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!
Matt Gebbie, Direktur Pacific Asia, Horwath HTL menambakna, peluang Indonesia bukan sekadar pertumbuhan tetapi pertumbuhan yang cerdas. “Hotel mewah menghadapi ekspektasi lebih tinggi dalam kinerja, imbal hasil modal, dan diferensiasi. Memahami destinasi, segmen, dan konsep yang benar-benar berkinerja pada 2026 dan setelahnya kini menjadi krusial bagi investor maupun operator,” tandasnya.
Sesi lain membahas teknologi perhotelan, kepemimpinan, desain berakar budaya, strategi kepemilikan, dan keberlanjutan. Kontributornya antara lain ZUZU Hospitality, Mylighthouse, Plataran Indonesia, QUO Global, Banyan Group, Potato Head, THE 101 Hotels & Resorts, Amaroossa Hotels, Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, dan Greenview.
(poe)
Lihat Juga :