Permintaan Emas Meledak! Produksi China Justru Anjlok, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:22 WIB
loading...
Permintaan Emas Meledak!...
Produksi emas China dilaporkan merosot tajam, ketika Beijing sebagai konsumen emas terbesar di dunia mencatatkan lonjakan permintaan yang luar biasa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Produksi emas China dilaporkan merosot tajam, ketika Beijing sebagai konsumen emas terbesar di dunia mencatatkan lonjakan permintaan yang luar biasa. Fenomena di Negeri Tirai Bambu ini terjadi ketika ekonomi global penuh ketidakpastian dan panasnya tensi geopolitik 2026.

Laporan terbaru dari China Gold Association (CGA) mengungkapkan adanya jurang yang semakin melebar antara pasokan dan permintaan emas di kuartal pertama tahun ini. Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan investor, apakah kelangkaan pasokan dari China akan menjadi bahan bakar baru bagi harga emas dunia ?

Produksi Terhambat Masalah Keamanan

Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, total produksi emas China (dari bahan baku domestik maupun impor) mencapai 136,230 metrik ton, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Baca Juga: Produksi Emas RI Mandek, Pajak Tinggi Disebut Salah Satu Penyebabnya

Penurunan lebih dalam terlihat pada produksi domestik murni yang anjlok hingga 7,1% menjadi hanya 81,065 ton. CGA menyebutkan, bahwa inspeksi keamanan yang diperketat telah memaksa sejumlah fasilitas peleburan untuk menghentikan operasional mereka demi pemeliharaan mendadak.



Meski produksi seret, nafsu warga China untuk memiliki logam mulia justru tidak terbendung. Konsumsi emas di China meroket menjadi 303,292 ton, naik 4,4% secara tahunan. Namun terjadi pergeseran perilaku konsumen yang sangat mencolok.

Baca Juga: 20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Tiga Teratas

Investasi terpantau agresif, dimana penjualan emas batangan dan koin melonjak fantastis sebesar 46,4% (mencapai 202,062 ton). Sebaliknya, konsumsi perhiasan emas justru ambles 37,1% ke angka 84,62 ton.

"Permintaan investasi untuk emas tetap sangat kuat. Emas batangan dan koin menjadi produk investasi paling populer, dengan penjualan melalui saluran perbankan meningkat signifikan," tulis pernyataan resmi CGA.

Mengapa Investor China Panik Membeli Emas?

Psikologi membaca investor saat ini sedang berada dalam mode bertahan. Pergeseran dari perhiasan ke emas batangan menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi membeli emas untuk kecantikan, melainkan sebagai Safe Haven (pelindung nilai).

Ada beberapa faktor pendorong di balik tren ini. Dampak perang Iran sedikit banyak mempengaruhinya, ketika konflik berkepanjangan di Timur Tengah membuat mata uang global bergejolak, sehingga emas menjadi aset paling aman.

Ditambah lemahnya pasar properti di China membuat kelas menengah mengalihkan dana mereka ke logam mulia. Selain itu kekhawatiran inflasi juga jadi pemicunya, saat lonjakan biaya energi akibat blokade Selat Hormuz memicu ketakutan akan inflasi tinggi yang menggerus nilai uang tunai.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved