MSCI Coret Sejumlah Saham RI, OJK Klaim demi Fondasi Pasar Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:53 WIB
loading...
MSCI Coret Sejumlah...
Sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan reformasi integritas pasar modal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). OJK menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi jangka pendek dari upaya memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan reformasi struktural yang dilakukan regulator dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memang berpotensi memicu penyesuaian penilaian dari penyedia indeks global dan investor asing.

"Hasil rebalancing dari MSCI yang diumumkan hari ini tentu ini menjadi bagian dari konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas yang kita hadirkan," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Terkapar ke 6.763 usai Terhembas Pengumuman Indeks MSCI

Menurut Hasan, agenda reformasi membuat informasi terkait struktur kepemilikan saham emiten Indonesia menjadi lebih terbuka dan mendalam. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi penilaian penyedia indeks global terhadap sejumlah saham yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria MSCI.

"Kemudian tidak lagi dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh index provider global, sehingga tentu konsekuensinya ada sebagian saham yang kemudian keluar dari anggota index," katanya.



OJK menilai dampak berupa koreksi harga saham dan keluarnya sejumlah emiten dari indeks global merupakan efek sementara dari proses pembenahan pasar modal. Hasan menyebut langkah reformasi tersebut sejak awal memang telah diperkirakan akan membawa implikasi jangka pendek terhadap pergerakan pasar.

Salah satu langkah reformasi yang disorot ialah pengungkapan konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC) yang menjadi perhatian MSCI. Selain itu, sejak Maret 2026 OJK bersama BEI dan Self Regulatory Organization (SRO) juga memperluas keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%, dari sebelumnya 5%.

Baca Juga: 6 Saham RI Terdepak dari Indeks MSCI, Ini Daftarnya

Regulator juga memperluas klasifikasi investor dari sembilan kategori menjadi 39 tipe dan sub-tipe investor agar struktur kepemilikan saham menjadi lebih transparan. Selain itu, ketentuan free float dinaikkan dari 7,5% menjadi 15% guna memperdalam pasar dan memastikan saham yang beredar benar-benar dimiliki publik.

"Tentu reformasi yang sejak awal kita rancang ini bukan semata-mata untuk menjawab tantangan jangka pendek saja. Kita akan terus menuntaskan seluruh rencana aksi reformasi ini agar secara struktural pasar modal kita memiliki fondasi yang lebih kuat," ujar Hasan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Haru, Alfatih Putra...
Haru, Alfatih Putra Mendiang Mpok Alpa Bawa Rapor ke Makam Sang Bunda Setelah Naik Kelas
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved