APKI Dukung Pengembangan Pasar Karbon Kehutanan Perkuat Daya Saing Industri Hijau

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:20 WIB
loading...
APKI Dukung Pengembangan...
Industri pulp dan kertas Indonesia menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan pasar karbon kehutanan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Industri pulp dan kertas Indonesia menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan pasar karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi guna memperkuat daya saing di pasar global. Komitmen ini selaras dengan langkah pemerintah dalam memasuki babak baru pengelolaan hutan yang kini turut bertumpu pada nilai ekonomi karbon dan keanekaragaman hayati.

"Industri pulp dan kertas Indonesia menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan. Karbon merupakan nilai tambah yang melengkapi peran utama sektor ini dalam menghasilkan produk berbasis serat terbarukan," ujar Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Suhendra Wiriadinata dalam keterangan pers, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Pimpin Asosiasi hingga Akhir 2026

Suhendra menjelaskan bahwa regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi dunia usaha untuk memperluas kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional. Melalui pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan, efisiensi energi, dan penerapan ekonomi sirkular, industri ini terus bertransformasi menuju model ekonomi rendah karbon yang lebih ramah lingkungan.

Produk berbasis serat terbarukan dinilai sebagai bagian dari solusi iklim karena mampu menggantikan material berbasis fosil yang berdampak pada pengurangan emisi. Hal ini sekaligus menjawab tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk berkelanjutan yang kini menjadi standar utama dalam perdagangan global.



Lebih lanjut, APKI menilai pasar karbon yang kredibel dapat memicu peningkatan investasi pada sektor restorasi gambut, rehabilitasi hutan, dan konservasi keanekaragaman hayati. Keberhasilan tersebut sangat bergantung pada integritas proyek, transparansi pengukuran, serta kejelasan metodologi yang dapat diterima oleh pasar domestik maupun internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Sinergi Pengusaha-Kampus...
Sinergi Pengusaha-Kampus Percepat Multiusaha Kehutanan dan Pengendalian Karhutla
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Rekomendasi
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved