BCA Life Bukukan Premi Rp2 Triliun, Tumbuh 32,91% Sepanjang 2025
Jum'at, 15 Mei 2026 - 18:09 WIB
loading...
BCA Life membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan pendapatan premi tertinggi sepanjang 12 tahun sebesar Rp2 triliun atau melonjak 32,91% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian positif anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk ini terjadi di tengah kontraksi pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional yang justru turun tipis sebesar 1,8%.
"Kinerja positif yang kami capai di 2025 mencerminkan konsistensi BCA Life dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Eva Agrayani, dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: BCA Life Catatkan Pendapatan Premi Rp1,01 Triliun di Semester I-2025
Eva menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kanal distribusi, khususnya melalui kemitraan bancassurance dengan BCA dan Grup BCA. Memasuki tahun 2026, perseroan optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini dengan terus memperkuat kapabilitas distribusi, meluncurkan produk tradisional yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta menggencarkan literasi dan inklusi asuransi kepada masyarakat.
Selain pendapatan premi, total aset perseroan juga tumbuh signifikan sebesar 39,29% menjadi Rp4,68 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,36 triliun. Sepanjang tahun buku 2025, BCA Life berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp96,61 miliar, serta merealisasikan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp465,28 miliar sebagai wujud nyata komitmen perlindungan kepada nasabah.
Kinerja ini juga diimbangi oleh lonjakan nilai investasi sebesar 43,67% dari Rp3 triliun menjadi Rp4,31 triliun pada akhir tahun 2025. Portofolio investasi perseroan didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang dijamin pemerintah, sehingga tidak hanya menawarkan stabilitas risiko yang terukur, tetapi juga berperan langsung dalam mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi nasional.
Baca Juga: 7 Tahun Berturut-turut, BCA Dinobatkan sebagai Tempat Kerja Terbaik
Dari sisi fundamental, tingkat kesehatan keuangan perusahaan berada dalam kondisi yang sangat prima dengan rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) terjaga pada level 431,20%. Angka tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%, sekaligus mencerminkan kecukupan modal yang kuat dalam memenuhi kewajiban jangka panjang kepada para pemegang polis.
Kinerja keuangan sepanjang 2025 ini juga telah mengimplementasikan standar pelaporan keuangan internasional berbasis IFRS 17/PSAK 117 yang mulai diwajibkan efektif oleh OJK per 1 Januari 2025.
"Kinerja positif yang kami capai di 2025 mencerminkan konsistensi BCA Life dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Eva Agrayani, dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: BCA Life Catatkan Pendapatan Premi Rp1,01 Triliun di Semester I-2025
Eva menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kanal distribusi, khususnya melalui kemitraan bancassurance dengan BCA dan Grup BCA. Memasuki tahun 2026, perseroan optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini dengan terus memperkuat kapabilitas distribusi, meluncurkan produk tradisional yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta menggencarkan literasi dan inklusi asuransi kepada masyarakat.
Selain pendapatan premi, total aset perseroan juga tumbuh signifikan sebesar 39,29% menjadi Rp4,68 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,36 triliun. Sepanjang tahun buku 2025, BCA Life berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp96,61 miliar, serta merealisasikan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp465,28 miliar sebagai wujud nyata komitmen perlindungan kepada nasabah.
Kinerja ini juga diimbangi oleh lonjakan nilai investasi sebesar 43,67% dari Rp3 triliun menjadi Rp4,31 triliun pada akhir tahun 2025. Portofolio investasi perseroan didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang dijamin pemerintah, sehingga tidak hanya menawarkan stabilitas risiko yang terukur, tetapi juga berperan langsung dalam mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi nasional.
Baca Juga: 7 Tahun Berturut-turut, BCA Dinobatkan sebagai Tempat Kerja Terbaik
Dari sisi fundamental, tingkat kesehatan keuangan perusahaan berada dalam kondisi yang sangat prima dengan rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) terjaga pada level 431,20%. Angka tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%, sekaligus mencerminkan kecukupan modal yang kuat dalam memenuhi kewajiban jangka panjang kepada para pemegang polis.
Kinerja keuangan sepanjang 2025 ini juga telah mengimplementasikan standar pelaporan keuangan internasional berbasis IFRS 17/PSAK 117 yang mulai diwajibkan efektif oleh OJK per 1 Januari 2025.
(nng)
Lihat Juga :