Raksasa Minyak Saudi Aramco Siap Jual Aset Rp616 Triliun, Terbesar dalam Sejarah
Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Aramco juga mempertimbangkan pelepasan aset pembangkit listrik berbasis gas serta infrastruktur air. Melalui skema leaseback, perusahaan tetap dapat menggunakan aset yang dijual sambil memperoleh tambahan modal segar untuk memperkuat neraca keuangan.
Baca Juga: Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi
Pada kuartal I-2026, Saudi Aramco membukukan laba bersih yang disesuaikan sebesar USD33,6 miliar atau naik 26% secara tahunan. Namun, rasio gearing perusahaan meningkat menjadi 4,8% seiring belanja modal yang mencapai USD12,1 miliar dalam periode tersebut.
Aramco juga mengumumkan dividen dasar kuartalan sebesar USD21,9 miliar dan program pembelian kembali saham senilai USD3 miliar. Penurunan harga minyak sepanjang 2025 sebelumnya mendorong Aramco memangkas dividen berbasis kinerja dan menunda sejumlah proyek strategis.
Penjualan aset dinilai menjadi alternatif dalam menjaga arus kas sekaligus mendukung agenda diversifikasi ekonomi Arab Saudi dalam program Vision 2030. Tingginya minat investor global terhadap aset energi Saudi juga disebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan operasional Aramco di tengah ketegangan kawasan Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi
Pada kuartal I-2026, Saudi Aramco membukukan laba bersih yang disesuaikan sebesar USD33,6 miliar atau naik 26% secara tahunan. Namun, rasio gearing perusahaan meningkat menjadi 4,8% seiring belanja modal yang mencapai USD12,1 miliar dalam periode tersebut.
Aramco juga mengumumkan dividen dasar kuartalan sebesar USD21,9 miliar dan program pembelian kembali saham senilai USD3 miliar. Penurunan harga minyak sepanjang 2025 sebelumnya mendorong Aramco memangkas dividen berbasis kinerja dan menunda sejumlah proyek strategis.
Penjualan aset dinilai menjadi alternatif dalam menjaga arus kas sekaligus mendukung agenda diversifikasi ekonomi Arab Saudi dalam program Vision 2030. Tingginya minat investor global terhadap aset energi Saudi juga disebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan operasional Aramco di tengah ketegangan kawasan Selat Hormuz.
(nng)
Lihat Juga :