Didukung Keluarga Rentan, Program MBG Dinilai Ringankan Beban Ekonomi Orang Tua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:31 WIB
loading...
Didukung Keluarga Rentan,...
Program MBG dinilai meringankan beban ekonomi keluarga rentan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar upaya membagikan makanan di sekolah, melainkan sebuah intervensi ekonomi dan sosial strategis untuk memutus rantai masalah gizi pada kelompok rentan. Keberadaan program ini dinilai mampu meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang lebih kompetitif.

"Harapannya, program MBG ini bisa menggantikan satu kali waktu makan yang sering hilang, terutama sarapan," ujar Dewi Marfuah, perwakilan Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Dewan Pimpinan Cabang Kota Surakarta, sekaligus Dosen Prodi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta melalui pernyataannya, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Qodari: Penerima Program MBG Capai 61,9 Juta Orang

Dewi menyoroti dilema nyata di lapangan, di mana banyak anak sekolah terpaksa berangkat dengan perut kosong akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Berdasarkan pengalamannya saat pengabdian di sekolah, jumlah siswa yang melewatkan sarapan seringkali lebih banyak, hal mana sejalan dengan data Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada awal Februari 2026 lalu bahwa 81% keluarga rentan sangat mendukung keberlanjutan program MBG karena memberikan kepastian nutrisi anak, terutama di kota-kota kecil.



Adapun manfaat program ini dirasakan langsung oleh Adriana Hedmunrewa, seorang orang tua siswa di Desa Kalinawano, Sumba Barat Daya, NTT. Anaknya, Antonio Adrian Stefanus yang duduk di kelas VI SD Negeri Weetabula II, kini menjadi lebih aktif, berenergi, bahkan mengalami peningkatan nilai rata-rata rapor hingga mencapai angka delapan setelah rutin mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Dewi menjelaskan bahwa menu MBG memang dirancang secara terukur untuk memenuhi seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, hingga buah, para siswa diharapkan memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi penuh dalam proses belajar di sekolah tanpa rasa lemas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Rekomendasi
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Infografis
Ini 11 Efek Buruk Orang...
Ini 11 Efek Buruk Orang Tua Terlalu Sering Memarahi Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved