IHSG Pekan Depan Diprediksi Koreksi ke 6.510, Tertekan Rebalancing MSCI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB
loading...
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan dibayangi oleh tekanan jual dan volatilitas yang cukup tinggi pekan depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan dibayangi oleh tekanan jual dan volatilitas yang cukup tinggi pada perdagangan pekan depan. Sejumlah sentimen negatif dari pasar global maupun domestik diperkirakan bakal memicu kelanjutan aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan bahwa secara teknikal posisi indeks saham gabungan saat ini masih rentan mengalami penurunan lebih lanjut. “Untuk sepekan ke depan kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.510 dan resist 6.917,” kata Herditya dikutip, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: IHSG Jeblok 1,98% ke 6.723 Sore Ini, 428 Saham Merana

Menurut Didit, setidaknya ada empat faktor krusial yang akan memengaruhi psikologis pasar dan arah pergerakan dana investasi dalam beberapa hari ke depan. Pertama, sentimen ketegangan geopolitik yang belum mereda, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz, masih menjadi kekhawatiran utama penentu stabilitas ekonomi global.

Kemudian, yang kedua, adanya penyesuaian bobot saham dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu peningkatan tekanan jual serta arus modal keluar (outflow) dari pasar saham domestik. “Tekanan jual dan outflow dari IHSG mengenai rebalancing MSCI,” ungkap Didit.



Ketiga, menurut Didit, pelaku pasar menanti rilis kebijakan moneter Bank Indonesia, di mana tingkat suku bunga acuan diproyeksikan bertahan di level 4,75 persen. Terakhir, investor akan terus memantau pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang belakangan ini mengalami tekanan di pasar internasional. “Investor masih akan mencermati akan nilai tukar rupiah terhadap USD,” pungkas Didit.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Terkapar ke 6.763 usai Terhembas Pengumuman Indeks MSCI

Proyeksi kehati-hatian ini menyusul performa indeks yang kurang menggembirakan pada sesi perdagangan sebelumnya. Libur panjang Paskah membuat bursa dalam negeri melewati pekan perdagangan yang pendek sepanjang periode 11–13 Mei 2026 dengan akumulasi penurunan yang cukup dalam. Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan koreksi sebesar 3,53 persen selama pekan pendek tersebut.

"Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 3,53 persen sehingga ditutup pada level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resminya.

Kejatuhan indeks ini juga berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa domestik yang ikut menyusut sebesar 4,68 persen, hingga menyisakan posisi Rp11.825 triliun pada penutupan perdagangan sebelum libur panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Berita Terkini
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved