BPDP Kolaborasi Jembatani Generasi Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
Senin, 18 Mei 2026 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, di sinilah peran generasi muda menjadi sangat penting. UMKM sawit dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor kerajinan, oleofood, energi, hingga pangan. “Kami mendorong Gen-Z Preneur untuk mengembangkan produk yang memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing secara global,” katanya.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan, banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional. “Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” kata Helmi.
Helmi menambahkan, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen.
“BPDP siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat.
“Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” kata Helmi.
Sesi Talkshow Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit menghadirkan tiga narasumber yaitu Dwi Wulandari (Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sleman), Edy Santosa (Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), dan Miftahudin Ihsan (Pendiri CV Smart Batik). Selanjutnya pada 13 Mei 2026, peserta akan mengikuti praktek pembuatan roti manis dan churros di INSTIPER Bakery Academy yang bertujuan memperkenalkan pemanfaatan inovasi produk UKM sawit di produk makanan.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan, banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional. “Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” kata Helmi.
Helmi menambahkan, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen.
“BPDP siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat.
“Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” kata Helmi.
Sesi Talkshow Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit menghadirkan tiga narasumber yaitu Dwi Wulandari (Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sleman), Edy Santosa (Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), dan Miftahudin Ihsan (Pendiri CV Smart Batik). Selanjutnya pada 13 Mei 2026, peserta akan mengikuti praktek pembuatan roti manis dan churros di INSTIPER Bakery Academy yang bertujuan memperkenalkan pemanfaatan inovasi produk UKM sawit di produk makanan.
(nng)
Lihat Juga :