Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Senin, 18 Mei 2026 - 19:45 WIB
loading...
Kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini menjadi perhatian para investor, Luhut berpesan kepada OJK untuk tetap konsisten menjalankan dua tugas utama. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) beserta Anggota Dewan Komisioner untuk berdiskusi terkait pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD). Pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026) terpantau mata uang Garuda melemah ke level Rp17.667 per dolar hingga perdagangan siang hari. Lebih tinggi dibandingkan perdagangan Jumat (15/5) di level Rp17.528.
"Beberapa diskusi yang kami lakukan yakni terkait dinamika rupiah, perkembangan pasar keuangan hingga pandanganan investor global terhadap kondisi Indonesia saat ini," kata Luhut mengutip unggahan resmi melalui akun Instagramnya, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Rupiah dalam Pusaran Greenback
Luhut mengatakan, kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini menjadi perhatian para investor. Ia berpesan kepada OJK untuk tetap konsisten menjalankan dua tugas utama yaitu menjaga stabilitas sektor keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.
"Di tengah situasi global yang sedang tidak menentu, mereka mendapatkan tambahan tugas yang cukup krusial. Bukan hanya menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia tetap kokoh," lanjutnya.
"Beberapa diskusi yang kami lakukan yakni terkait dinamika rupiah, perkembangan pasar keuangan hingga pandanganan investor global terhadap kondisi Indonesia saat ini," kata Luhut mengutip unggahan resmi melalui akun Instagramnya, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Rupiah dalam Pusaran Greenback
Luhut mengatakan, kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini menjadi perhatian para investor. Ia berpesan kepada OJK untuk tetap konsisten menjalankan dua tugas utama yaitu menjaga stabilitas sektor keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.
"Di tengah situasi global yang sedang tidak menentu, mereka mendapatkan tambahan tugas yang cukup krusial. Bukan hanya menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia tetap kokoh," lanjutnya.
Lihat Juga :