Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Selasa, 19 Mei 2026 - 19:25 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengklaim harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) rerata di bawah USD100 per barel secara akumulatif sepanjang kuartal I-2026. Atas dasar itu, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam waktu dekat.
Bahlil menekankan soal arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menekan harga ICP rerata USD100 per barel. Sehingga, kondisi harga ICP yang diklaim Bahlil ini sejalan dengan mandat kepala negara.
"ICP dunia itu naik turun (naik) 117 dolar per barel, terus 90 dolar, ada yang 100 dolar. (Tapi) Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar per barel. Jadi, tidak akan kita naikkan subsidi BBM, Insyaallah sampai akhir tahun," kata Bahlil saat dijumpai di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Harga Patokan Minyak Mentah RI Terdampak Perang Iran, ICP Maret 2026 Tembus USD102/Barel
Perlu diketahui, Kementerian ESDM Daya menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) sebesar USD117,31 per barel pada April 2026. Harga ICP ini naik dibandingkan Maret yang senilai USD102,26 per barel.
Sekaligus kenaikan harga ini menjadi level tertinggi dalam satu tahun terakhir dan memperlebar harga dari asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar USD70 per barel.
Adapun besaran harga ICP pada April ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2026, yang diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 13 Mei 2026.
Baca Juga: Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan April 2026 ditetapkan sebesar USD117,31/barrel," petik Kepmen tersebut.
Merujuk Kepmen itu pula, diketahui harga jenis minyak mentah utama tertinggi adalah Banyu Urip, yang berkomposisi formula dated brent +- Alpha Banyu Urip yang dipatok seharga 125,13 per barel.
Bahlil menekankan soal arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menekan harga ICP rerata USD100 per barel. Sehingga, kondisi harga ICP yang diklaim Bahlil ini sejalan dengan mandat kepala negara.
"ICP dunia itu naik turun (naik) 117 dolar per barel, terus 90 dolar, ada yang 100 dolar. (Tapi) Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar per barel. Jadi, tidak akan kita naikkan subsidi BBM, Insyaallah sampai akhir tahun," kata Bahlil saat dijumpai di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Harga Patokan Minyak Mentah RI Terdampak Perang Iran, ICP Maret 2026 Tembus USD102/Barel
Perlu diketahui, Kementerian ESDM Daya menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) sebesar USD117,31 per barel pada April 2026. Harga ICP ini naik dibandingkan Maret yang senilai USD102,26 per barel.
Sekaligus kenaikan harga ini menjadi level tertinggi dalam satu tahun terakhir dan memperlebar harga dari asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar USD70 per barel.
Adapun besaran harga ICP pada April ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2026, yang diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 13 Mei 2026.
Baca Juga: Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan April 2026 ditetapkan sebesar USD117,31/barrel," petik Kepmen tersebut.
Merujuk Kepmen itu pula, diketahui harga jenis minyak mentah utama tertinggi adalah Banyu Urip, yang berkomposisi formula dated brent +- Alpha Banyu Urip yang dipatok seharga 125,13 per barel.
(akr)
Lihat Juga :